Ulangan 29:22
“Generasi yang akan datang, yaitu anak-anakmu yang muncul setelahmu dan orang asing yang datang dari negeri yang jauh akan melihat bencana dan penyakit yang TUHAN jatuhkan di negeri ini dan mereka akan berkata,”Ulangan 29:22 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka keturunan yang akan datang, yakni anak-anakmu yang bangkit sesudah kamu, dan orang asing yang datang dari negeri jauh akan berkata- -apabila mereka melihat hajaran dan penyakit yang dijatuhkan TUHAN ke negeri itu,”Ulangan 29:22 · TB
Terjemahan Baru
“Di kemudian hari, keturunanmu dan orang asing dari negeri jauh akan melihat bencana-bencana dan penderitaan yang didatangkan TUHAN atas negerimu.”Ulangan 29:22 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Lama kelamaan, berbagai kutukan bencana dan wabah penyakit yang berulang kali ditimpakan akan berdampak. Tanah di seluruh negeri Israel akan rusak oleh belerang dan garam sehingga tidak bisa ditanami apa pun, bahkan rumput liar pun tidak bisa tumbuh. Negeri itu akan menjadi seperti kota Sodom, Gomora, Adma, dan Zeboim, yang dihancurkan TUHAN dalam murka-Nya. Lalu pengunjung dari bangsa lain bahkan sisa keturunanmu yang masih hidup”Ulangan 29:22 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“So that the generation to come of your children that shall rise up after you, and the stranger that shall come from a far land, shall say, when they see the plagues of that land, and the sicknesses which the LORD hath laid upon it;”Ulangan 29:22 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 29:22?
Ayat ini menggambarkan bahwa generasi masa depan dan orang asing akan melihat kehancuran tanah Israel akibat murka Tuhan dan bertanya-tanya mengapa hal itu terjadi. Ini menunjukkan bahwa hukuman Tuhan menjadi peringatan bagi orang lain dan menunjukkan akibat dari ketidaksetiaan.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 29:22
Kehidupan kita bisa menjadi contoh baik atau buruk bagi orang lain. Ketika kita hidup setia, itu menjadi kesaksian; tetapi ketika kita jatuh dalam dosa, dampaknya bisa dilihat banyak orang. Mari hidup dengan kesadaran bahwa tindakan kita diperhatikan orang lain.
Bapa, pakailah hidupku menjadi saksi yang setia, bukan batu sandungan bagi orang lain. Amin.