Wanita Lembut Menjadi Kejam
Ulangan 28:56
Janji Berkat dan Kutuk
PerikopKutukan dari Musuh Bangsa · Ulangan 28:49-68 →“Bahkan, seorang perempuan yang paling lembut dan baik di antaramu, yang tidak pernah menginjakkan kakinya di atas tanah karena kehalusan dan kelembutannya akan memusuhi suami yang dikasihinya, anaknya laki-laki, dan anaknya perempuan,”Ulangan 28:56 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Perempuan yang lemah dan manja di antaramu, yang tidak pernah mencoba menjejakkan telapak kakinya ke tanah karena sifatnya yang manja dan lemah itu, akan kesal terhadap suaminya sendiri atau terhadap anaknya laki-laki atau anaknya perempuan,”Ulangan 28:56 · TB
Terjemahan Baru
“Bahkan wanita bangsawan yang paling luhur budinya dan yang sangat kaya sehingga tak pernah harus berjalan kaki, akan berbuat begitu juga. Pada waktu musuh mengepung kota, wanita itu akan putus asa karena kelaparan, sehingga ia dengan sembunyi-sembunyi makan anaknya yang baru lahir dan ari-arinya. Tidak sedikit pun ia berikan kepada suaminya yang dicintainya atau kepada anak-anaknya.”Ulangan 28:56 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Demikian juga perempuan yang paling lembut dan peka di antara kalian— begitu lembutnya bagaikan tuan putri yang seolah tidak pernah menjejakkan kakinya ke tanah— akan tega menyembunyikan bayi yang baru saja dia lahirkan beserta dengan ari-arinya, lalu diam-diam memakannya, sebab tidak ada apa pun lagi yang bisa dimakan. Dia bahkan tidak akan mau membagi sedikit pun daging itu kepada suami dan anaknya yang lain.”Ulangan 28:56 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“The tender and delicate woman among you, which would not adventure to set the sole of her foot upon the ground for delicateness and tenderness, her eye shall be evil toward the husband of her bosom, and toward her son, and toward her daughter,”Ulangan 28:56 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 28:56?
Ayat ini melanjutkan gambaran kehancuran moral: wanita yang biasanya lembut dan halus menjadi sangat kejam sampai memusuhi suami dan anak-anaknya. Ini adalah akibat dari kutuk karena tidak taat, di mana norma kemanusiaan lenyap dan yang tersisa hanya naluri bertahan hidup yang kejam.
Latar belakang
Kemewahan Berubah Menjadi Kutukan
Musa mengontraskan kelembutan wanita yang sangat dimanjakan—yang kakinya tidak pernah menginjak tanah—dengan masa depan di mana dia akan berseteru dengan keluarga sendiri karena kelaparan.
Di mana
Dataran Moab
Dataran Moab, sebelum masuk Kanaan
Kapan
~1400 SM
Sebelum masuk Kanaan
Yang berbicara
Musa
pemimpin Israel, ~120 tahun, sedang menyampaikan peringatan terakhir
Kepada
Bangsa Israel
umat pilihan Tuhan, generasi yang akan memasuki Tanah Perjanjian
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
יָרַד
yarad · menginjakkan
turun ke bawah, atau menginjakkan kaki
עֹנֶג
oneg · kehalusan
kenikmatan, kemewahan, atau kelembutan yang berlebihan
רֹךְ
rokh · kelembutan
kelembutan, kehalusan, biasanya karena dimanjakan
Kombinasi oneng dan rokh menunjukkan seseorang yang hidup sangat mewah dan nyaman, tetapi justru kondisi ini yang membuatnya sangat menderita ketika kutuk tiba.
Tahukah kamu
Menginjak Tanah sebagai Tanda Kemewahan
Di zaman kuno, wanita bangsawan sering menggunakan alas kaki atau tandu agar kakinya tidak menyentuh tanah, menunjukkan status sosialnya yang tinggi.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 28:56
Ulangan 28:55
Pola yang sama
“bahkan seorang laki-laki yang paling lembut dan baik di antaramu akan memusuhi...”
Ratapan 4:10
Ucapan nubuat
“Tangan perempuan-perempuan yang lemah lembut memasak daging anak-anak mereka sendiri.”
Yesaya 59:11
Kehancuran umat
“Kami semuanya mengaum seperti beruang, dan meratap seperti burung merpati.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ulangan 28:56
✕ Sering dikira
Ayat ini menghakimi wanita yang hidup mewah.
✓ Yang sebenarnya
Tujuannya bukan menghakimi gaya hidup mewah, melainkan menunjukkan betapa dahsyatnya kutuk yang membuat orang paling rapuh menjadi kejam.
✕ Sering dikira
Ini hanya terjadi di masa lalu, tidak relevan sekarang.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah peringatan abadi tentang seriusnya konsekuensi meninggalkan Allah, dan juga gambaran penderitaan manusia yang nyata.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 28:56
Kita bisa menjadi kejam saat takut atau lapar. Sadarilah bahwa keadaan sulit tidak membenarkan perbuatan jahat. Berlatihlah untuk tetap berbelas kasihan dan mengasihi, bahkan ketika kamu merasa tertekan.
Ya Tuhan, mampukan aku untuk tetap mengasihi dan peduli pada keluargaku, apa pun kondisiku, dan jangan biarkan ketakutan mengubahku menjadi pribadi yang kejam. Amin.