Ulangan 25:9
“kemudian, istri saudaranya itu akan datang kepadanya di hadapan para tua-tua dan menanggalkan sandal laki-laki itu, serta meludahi wajahnya. Dia harus mengatakan, “Inilah yang harus dilakukan terhadap orang yang tidak mau membangun keturunan saudaranya””Ulangan 25:9 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“maka haruslah isteri saudaranya itu datang kepadanya di hadapan para Ulangan 25.10–15 129 tua-tua, menanggalkan kasut orang itu dari kakinya, meludahi mukanya sambil menyatakan: Beginilah harus dilakukan kepada orang yang tidak mau membangun keturunan saudaranya.”Ulangan 25:9 · TB
Terjemahan Baru
“istri mendiang saudaranya harus mendekati dia di depan para pemuka kota, mencabut sandal orang itu, meludahi mukanya dan berkata, 'Begini harus diperlakukan orang yang tak mau memberi keturunan kepada saudaranya.'”Ulangan 25:9 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“maka janda itu harus mendekati dia di hadapan para pemimpin, melepaskan salah satu alas kakinya, meludahi mukanya, dan berkata, ‘Beginilah yang dilakukan kepada laki-laki yang tidak mau melanjutkan keturunan bagi almarhum saudaranya.’”Ulangan 25:9 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then shall his brother’s wife come unto him in the presence of the elders, and loose his shoe from off his foot, and spit in his face, and shall answer and say, So shall it be done unto that man that will not build up his brother’s house.”Ulangan 25:9 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 25:9?
Jika laki-laki itu tetap menolak, janda tersebut harus melepas sandal laki-laki itu dan meludahi wajahnya di hadapan para tua-tua. Tindakan ini adalah simbol penghinaan dan peringatan bahwa laki-laki itu telah gagal memenuhi kewajibannya untuk membangun keturunan saudaranya.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 25:9
Tindakan simbolis ini mengingatkan kita bahwa kata-kata atau sikap kita bisa berdampak besar. Terkadang, kita perlu menunjukkan ketegasan terhadap ketidakadilan, meskipun itu tidak nyaman, agar orang lain sadar akan kesalahannya.
Tuhan, berilah aku keberanian untuk menegur dengan bijaksana dan berdiri melawan ketidakadilan, sambil tetap menjaga martabat semua pihak. Amin.