Ritual Sandal Dilepas
Ulangan 25:9
Hukum tentang Keadilan dan Kekudusan
“kemudian, istri saudaranya itu akan datang kepadanya di hadapan para tua-tua dan menanggalkan sandal laki-laki itu, serta meludahi wajahnya. Dia harus mengatakan, “Inilah yang harus dilakukan terhadap orang yang tidak mau membangun keturunan saudaranya””Ulangan 25:9 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“maka haruslah isteri saudaranya itu datang kepadanya di hadapan para Ulangan 25.10–15 129 tua-tua, menanggalkan kasut orang itu dari kakinya, meludahi mukanya sambil menyatakan: Beginilah harus dilakukan kepada orang yang tidak mau membangun keturunan saudaranya.”Ulangan 25:9 · TB
Terjemahan Baru
“istri mendiang saudaranya harus mendekati dia di depan para pemuka kota, mencabut sandal orang itu, meludahi mukanya dan berkata, 'Begini harus diperlakukan orang yang tak mau memberi keturunan kepada saudaranya.'”Ulangan 25:9 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“maka janda itu harus mendekati dia di hadapan para pemimpin, melepaskan salah satu alas kakinya, meludahi mukanya, dan berkata, ‘Beginilah yang dilakukan kepada laki-laki yang tidak mau melanjutkan keturunan bagi almarhum saudaranya.’”Ulangan 25:9 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then shall his brother’s wife come unto him in the presence of the elders, and loose his shoe from off his foot, and spit in his face, and shall answer and say, So shall it be done unto that man that will not build up his brother’s house.”Ulangan 25:9 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 25:9?
Jika laki-laki itu tetap menolak, janda tersebut harus melepas sandal laki-laki itu dan meludahi wajahnya di hadapan para tua-tua. Tindakan ini adalah simbol penghinaan dan peringatan bahwa laki-laki itu telah gagal memenuhi kewajibannya untuk membangun keturunan saudaranya.
Latar belakang
Aib di Hadapan Umum
Jika laki-laki itu tetap menolak, janda itu secara simbolis melepas sandalnya dan meludahi wajahnya. Ini adalah ritual penghinaan yang menyatakan bahwa laki-laki itu tidak mau meneruskan nama saudaranya, dan konsekuensinya adalah kehilangan hak dan kehormatan dalam komunitas.
Di mana
Dataran Moab
Di tepi sungai Yordan, sebelum masuk ke Kanaan
Kapan
~1400 SM
Perjalanan di Padang Gurun
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, ~120 tahun, pemberi hukum
Kepada
Umat Israel
Orang-orang yang baru keluar dari Mesir, menuju Kanaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
חָלַץ
chalats · menanggalkan
Menarik, melepaskan, mencabut
נַעַל
na'al · sandal
Alas kaki, sepatu sandal
יָרַק
yaraq · meludahi
Meludah, meludah ke arah seseorang
Gabungan 'melepas sandal' dan 'meludah' menunjukkan tindakan yang sangat memalukan. Ini bukan sekadar hukuman fisik, tetapi perampasan hak dan penghinaan moral yang permanen, karena nama orang itu disebut 'keluarga yang sandalnya dilepaskan'.
Tahukah kamu
Sandal sebagai simbol hak
Di zaman kuno, melepas sandal bisa menjadi tanda penyerahan hak milik (lihat Rut 4:7). Di sini, melepas sandal mungkin berarti laki-laki itu melepaskan haknya atas tanah dan nama saudaranya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 25:9
Rut 4:7
Sandal simbol hukum
“Inilah kebiasaan dahulu di Israel: untuk menebus dan untuk menukar, supaya setiap perkara diteguhkan, maka yang seorang menanggalkan sandalnya dan memberikannya kepada yang lain.”
Ulangan 25:10
Konsekuensi nama
“Di Israel, namanya akan disebut, 'Keluarga yang sandalnya dilepaskan'.”
Yesaya 50:6
Menanggung hinaan
“Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutmu; aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ulangan 25:9
✕ Sering dikira
Mengira ritual ini boleh dilakukan sembarangan oleh siapa saja.
✓ Yang sebenarnya
Hanya dilakukan di hadapan tua-tua, dengan tujuan hukum dan sosial, bukan balas dendam pribadi.
✕ Sering dikira
Mengira melepas sandal berarti menyerahkan hak milik secara harfiah.
✓ Yang sebenarnya
Di sini lebih merupakan simbol kehilangan hak waris dan status, bukan transaksi tanah.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 25:9
Tindakan simbolis ini mengingatkan kita bahwa kata-kata atau sikap kita bisa berdampak besar. Terkadang, kita perlu menunjukkan ketegasan terhadap ketidakadilan, meskipun itu tidak nyaman, agar orang lain sadar akan kesalahannya.
Tuhan, berilah aku keberanian untuk menegur dengan bijaksana dan berdiri melawan ketidakadilan, sambil tetap menjaga martabat semua pihak. Amin.