Serangan Licik
Ulangan 25:18
Cara Amalek Menyerang
PerikopOrang Amalek Harus Dibinasakan · Ulangan 25:17-19 →“Bagaimana ia mendatangimu di jalan dan menyerang semua orang yang berjalan di belakangmu ketika kamu lelah dan lesu. Mereka tidak takut kepada Allah.”Ulangan 25:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“bahwa engkau didatangi mereka di jalan dan semua orang lemah pada barisan belakangmu dihantam mereka, sedang engkau lelah dan lesu. Mereka tidak takut akan Allah.”Ulangan 25:18 · TB
Terjemahan Baru
“Mereka tidak takut kepada Allah dan menyerang kamu dari belakang ketika kamu sedang kelelahan dan kehabisan tenaga, lalu membunuh semua orang-orangmu yang dengan susah payah berjalan di belakang.”Ulangan 25:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Sewaktu kita kelelahan dan kehabisan tenaga, mereka menyerang ujung barisan belakang dan membunuh semua orang yang ketinggalan kelompok. Mereka tidak takut kepada Allah.”Ulangan 25:18 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“How he met thee by the way, and smote the hindmost of thee, even all that were feeble behind thee, when thou wast faint and weary; and he feared not God.”Ulangan 25:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 25:18?
Ayat ini menjelaskan serangan orang Amalek terhadap orang-orang yang lelah dan lesu di belakang rombongan Israel, yang tidak takut akan Tuhan. Orang Amalek memanfaatkan kelemahan orang Israel, menunjukkan kekejaman mereka yang tidak berperikemanusiaan.
Latar belakang
Menggambarkan kekejaman Amalek
Musa merinci bahwa Amalek menyerang Israel di jalan, menjatuhkan orang-orang yang lemah dan lelah di belakang. Tindakan ini dianggap sebagai penghinaan terhadap Allah karena mereka tidak takut akan Dia, dan ini menjadi alasan perintah untuk menghapus mereka.
Di mana
Dataran Moab
Di tengah perkemahan Israel
Kapan
~1406 SM
Perjalanan di padang gurun
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, ~120 tahun, yang menjelaskan perbuatan Amalek
Kepada
Orang Israel
Umat yang mendengarkan hukum Tuhan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
זָנַב
zanav · menyerang
Memotong atau menyerang bagian belakang, seperti ekor.
עָיֵף
ayef · lelah
Keadaan sangat lelah, kelelahan fisik.
יָגֵעַ
yagea · lesu
Letih, lelah karena perjalanan atau kerja berat.
Kata 'menyerang' dari akar yang berarti 'memotong ekor' menunjukkan serangan yang tidak adil terhadap yang lemah. 'Lelah' dan 'lesu' menekankan kondisi Israel yang rapuh, menunjukkan kekejian Amalek yang menyerang tanpa belas kasihan.
Tahukah kamu
Taktik gerilya
Amalek menggunakan taktik gerilya, menyerang bagian belakang yang lemah, bukan menghadapi secara terbuka. Ini dianggap tindakan pengecut dan tidak menghormati aturan perang saat itu.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 25:18
Keluaran 17:8
Peristiwa awal serangan
“Lalu datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang Israel di Rafidim.”
Mazmur 44:23
Pengalaman lemah umat
“Oleh karena Engkau kami menjadi korban sembelihan sepanjang hari, dianggap sebagai domba yang akan disembelih.”
Nehemia 9:11
Pembebasan dari musuh
“Engkau membelah laut di depan mereka, sehingga mereka lewat di tengah-tengah laut di tempat kering; tetapi Engkau melemparkan pengejar-pengejar mereka ke dalam air yang dalam, seperti batu ke dalam air yang deras.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ulangan 25:18
✕ Sering dikira
Dianggap bahwa semua orang lelah adalah sasaran, tapi Amalek hanya menyerang yang lemah di belakang.
✓ Yang sebenarnya
Ini menunjukkan kekejaman mereka, menyerang yang tak berdaya.
✕ Sering dikira
Dianggap bahwa Amalek tidak takut kepada Allah karena mereka tidak percaya.
✓ Yang sebenarnya
Frasa 'tidak takut kepada Allah' menunjukkan kurangnya rasa hormat dan moralitas, bukan sekadar ketiadaan iman.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 25:18
Terkadang kita bisa menjadi seperti orang Amalek jika kita tidak peduli pada orang yang lemah, atau bahkan memanfaatkan mereka. Kita dipanggil untuk memperhatikan orang yang lelah dan tersisih, bukan menyerang mereka. Refleksikan sikap kita terhadap yang lemah dan mari belajar menjadi peka.
Tuhan, ubah hatiku untuk peduli pada mereka yang lemah dan lelah, jangan sampai aku memanfaatkan kelemahan orang lain. Amin.