Merontokkan zaitun

Ulangan 24:20

Hukum tentang kasih dan keadilan

Ketika kamu merontokkan pohon zaitun, jangan kembali untuk mencari di dahannya. Buah-buah yang kamu tinggalkan itu adalah bagian untuk orang asing, anak yatim, dan para janda.

Ulangan 24:20 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ulangan 24:20?

Sama seperti ayat 19, saat memanen buah zaitun, jangan kembali memetik buah yang tertinggal di dahan. Semua sisa itu adalah untuk orang asing, yatim, dan janda. Ini menunjukkan kepedulian sosial yang konkret dalam kehidupan agraris Israel.

Latar belakang

Jangan memungut sisa buah zaitun

Setelah merontokkan buah zaitun, mereka tidak boleh kembali untuk memeriksa dahan-dahan yang mungkin masih ada buah. Sisa buah itu adalah untuk orang asing, yatim, dan janda. Ini mengajarkan kemurahan hati dan pengendalian diri.

Di mana

Dataran Moab

Di perkemahan, sebelum memasuki Kanaan

Kapan

~1400 SM

Perjalanan di padang gurun

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Keluaran dari Mesir
Memasuki Tanah Perjanjian
Kamu di sini
M

Yang berbicara

Musa

Pemimpin Israel, ~120 tahun

O

Kepada

Orang Israel

Umat pilihan Tuhan, sedang dalam perjalanan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

חָבַט

chavat · merontokkan

memukul pohon untuk menjatuhkan buah

שׁוּב

shuv · kembali

berbalik, kembali ke tempat semula

בָּדִים

badim · dahan

cabang pohon, dahan

Kata 'shuv' (kembali) menekankan tindakan aktif untuk tidak mengeksploitasi hasil alam, tetapi meninggalkan sebagian untuk Tuhan melalui sesama yang membutuhkan.

Tahukah kamu

Zaitun yang sulit dipanen

Buah zaitun sering dipanen dengan memukul dahan, sehingga banyak buah jatuh ke tanah. Yang tertinggal di pohon biasanya sulit dijangkau, tetapi justru itu yang menjadi berkat bagi orang miskin.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 24:20

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ulangan 24:20

✕  Sering dikira

Ayat ini hanya tentang buah zaitun, tidak relevan untuk zaman modern.

✓  Yang sebenarnya

Prinsipnya: kita harus rela berbagi rezeki dan tidak mengejar keuntungan sampai habis.

✕  Sering dikira

Perintah ini hanya untuk petani, bukan untuk semua orang.

✓  Yang sebenarnya

Setiap orang yang bekerja dapat mempraktikkannya dalam konteksnya masing-masing.

Renungan

Renungan Singkat Ulangan 24:20

Kita sering ingin mengambil semua keuntungan untuk diri sendiri. Ayat ini mengajak kita untuk rela 'kehilangan' sebagian demi orang lain. Misalnya, saat kita punya rejeki berlebih, sisihkan untuk berbagi dengan yang membutuhkan, tanpa merasa rugi.

Ya Tuhan, lepaskan aku dari sikap serakah dan ajariku untuk memberi dengan sukacita, seperti Engkau memberkati kami dengan berkelimpahan. Amin.