Menuai dan meninggalkan berkas
Ulangan 24:19
Hukum tentang kasih dan keadilan
“Ketika kamu memanen di ladangmu dan lupa ternyata tertinggal seberkas di ladang. Jangan kembali untuk mengambilnya karena akan menjadi milik orang asing, anak yatim, atau para janda. Dengan demikian, TUHAN, Allahmu akan memberkatimu dalam segala pekerjaan tanganmu.”Ulangan 24:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Apabila engkau menuai di ladangmu, lalu terlupa seberkas di ladang, maka janganlah engkau kembali untuk mengambilnya; itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda--supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala pekerjaanmu.”Ulangan 24:19 · TB
Terjemahan Baru
“Apabila kamu mengumpulkan hasil tanahmu, janganlah kembali untuk mengambil berkas gandum yang tertinggal. Gandum itu harus dibiarkan untuk orang asing, anak yatim piatu dan para janda, supaya kamu diberkati TUHAN Allahmu dalam segala usahamu.”Ulangan 24:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Ketika kamu memanen ladangmu, apabila tidak sengaja meninggalkan seikat gandum di ladang, jangan kembali untuk mengambilnya. Biarkanlah itu menjadi bagian para pendatang, anak yatim, dan janda. Jika kamu menaati perintah ini, TUHAN Allah akan memberkatimu dalam segala usahamu.”Ulangan 24:19 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“When thou cuttest down thine harvest in thy field, and hast forgot a sheaf in the field, thou shalt not go again to fetch it: it shall be for the stranger, for the fatherless, and for the widow: that the LORD thy God may bless thee in all the work of thine hands.”Ulangan 24:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 24:19?
Ayat ini mengajarkan untuk meninggalkan sebagian hasil panen bagi orang asing, yatim, dan janda. Jika kita lupa membawa berkas gandum, jangan kembali mengambilnya. Ini adalah cara Tuhan menyediakan bagi yang membutuhkan dan memberkati kemurahan hati kita.
Latar belakang
Hukum tentang berkas yang terlupa
Musa memberikan instruksi kepada bangsa Israel tentang panen. Mereka diminta untuk tidak mengambil kembali berkas gandum yang terlupa, agar orang asing, yatim, dan janda dapat memungutnya. Ini adalah bagian dari hukum sosial untuk melindungi yang lemah.
Di mana
Dataran Moab
Di perkemahan, sebelum memasuki Kanaan
Kapan
~1400 SM
Perjalanan di padang gurun
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, ~120 tahun
Kepada
Orang Israel
Umat pilihan Tuhan, sedang dalam perjalanan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שִׁכְחָה
shikhchah · tertinggal
lupa, terlupakan, tidak sengaja ditinggalkan
עֹמֶר
omer · berkas
berkas gandum yang diikat
גֵּר
ger · orang asing
pendatang, orang asing yang tinggal di antara umat
Kata 'shikhchah' (lupa) menunjukkan bahwa kepedulian ini bukan hanya tentang peraturan, tetapi sikap hati yang rela membiarkan sebagian hasil untuk sesama yang membutuhkan.
Tahukah kamu
Berkas yang terlupa
Dalam tradisi Yahudi, hukum ini menjadi dasar praktik 'pe'ah' (pojok ladang) yang sengaja tidak dipanen untuk orang miskin.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 24:19
Imamat 19:9-10
hukum panen
“Janganlah kau menuai sampai ke ujung ladangmu, dan janganlah kau memungut bulir-bulir yang jatuh; itu untuk orang miskin dan orang asing.”
Rut 2:2
contoh pemanfaatan
“Rut berkata: 'Biarlah aku pergi ke ladang dan memungut bulir-bulir di belakang orang yang murah hati.'”
Ulangan 15:11
perhatian pada miskin
“Sebab orang-orang miskin tidak akan berhenti ada di dalam negeri; itu sebabnya aku memberi perintah ini.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ulangan 24:19
✕ Sering dikira
Ayat ini hanya tentang panen gandum secara literal.
✓ Yang sebenarnya
Prinsipnya meluas: kita harus memperhatikan kebutuhan orang yang rentan dalam segala aspek hidup.
✕ Sering dikira
Berkas yang terlupa adalah kebetulan, jadi tidak perlu sengaja meninggalkan.
✓ Yang sebenarnya
Meskipun bisa terjadi tanpa sengaja, hukum ini mengajarkan kelapangan hati untuk tidak serakah dan berbagi.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 24:19
Saat kita bekerja keras, mungkin kita lupa atau sengaja meninggalkan 'sesuatu' untuk orang lain. Tuhan memanggil kita untuk tidak serakah, tetapi berbagi dengan mereka yang kurang beruntung. Coba mulai dengan hal kecil, seperti memberi sisa makanan atau barang yang tidak terpakai.
Tuhan, ajar aku untuk murah hati dan rela berbagi dengan mereka yang membutuhkan, seperti Engkau menyediakan bagi orang asing, yatim, dan janda. Amin.