Perempuan tawanan diberi waktu berkabung
Ulangan 21:13
Aturan tentang pembunuhan, tawanan, dan hak sulung
PerikopPerempuan yang Tertangkap dalam Peperangan · Ulangan 21:10-14 →“Dia harus menanggalkan pakaian tawanannya dan dia akan tetap tinggal di rumahmu dan berdukacita atas ayah dan ibunya selama sebulan penuh. Sesudah itu, kamu boleh mengawini dan menghampirinya, dan dia akan menjadi istrimu.”Ulangan 21:13 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“menanggalkan pakaian yang dipakainya pada waktu ditawan, dan tinggal di rumahmu untuk menangisi ibu bapanya sebulan lamanya. Sesudah demikian, bolehlah engkau menghampiri dia dan menjadi suaminya, sehingga ia menjadi isterimu.”Ulangan 21:13 · TB
Terjemahan Baru
“dan berganti pakaian. Ia harus tinggal di rumahmu dan berkabung atas kematian orang tuanya selama satu bulan. Sesudah itu engkau boleh kawin dengan dia.”Ulangan 21:13 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“dan mengganti pakaian yang dipakainya ketika ditawan. Dia harus tetap tinggal di rumahmu dan berkabung selama satu bulan karena sudah kehilangan orangtuanya. Sesudah itu, barulah kamu boleh menikahi perempuan itu.”Ulangan 21:13 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And she shall put the raiment of her captivity from off her, and shall remain in thine house, and bewail her father and her mother a full month: and after that thou shalt go in unto her, and be her husband, and she shall be thy wife.”Ulangan 21:13 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 21:13?
Ayat ini mengatur proses seorang wanita tawanan perang yang ingin dinikahi: ia harus diberi waktu satu bulan untuk berduka dan menyesuaikan diri, melambangkan penghormatan terhadap martabatnya dan masa transisi dari status tawanan menjadi istri.
Latar belakang
Perintah untuk menghormati perasaan tawanan
Dalam konteks perang, seorang prajurit Israel boleh menikahi tawanan perempuan yang ia inginkan, tetapi ia harus memberinya waktu satu bulan untuk berdukacita atas orang tuanya. Ini menunjukkan bahwa Allah peduli pada martabat dan emosi tawanan, bukan hanya keinginan sang prajurit.
Di mana
Dataran Moab, di seberang Sungai Yordan
Perkemahan Israel, sebelum memasuki Tanah Perjanjian
Kapan
~1405 SM
Perjalanan di padang gurun, akhir kepemimpinan Musa
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, pemberi hukum, ~120 tahun
Kepada
Umat Israel
Bangsa pilihan Allah, generasi yang akan masuk Kanaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בָּכָה
bakha · berdukacita
menangis, meratap, atau menyatakan duka
יֶרַח
yerakh · sebulan
bulan (periode waktu) atau bulan (benda langit)
יָשַׁב
yashav · tinggal
diam, menetap, atau berdiam di suatu tempat
Ketiga kata ini menekankan bahwa tawanan tidak langsung dinikahi, tetapi diberikan waktu dan tempat untuk berduka. Ini menunjukkan penghargaan terhadap kemanusiaan dan proses emosional.
Tahukah kamu
Rambut dan kuku dalam budaya kuno
Mencukur rambut dan memotong kuku adalah simbol transisi status—dari tawanan menjadi anggota keluarga. Ini juga bisa menjadi tanda berkabung atau pemurnian.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 21:13
Ulangan 21:14
lanjutan aturan
“Jika kamu tidak suka lagi kepadanya, biarkanlah dia pergi sesuka hatinya.”
Yesaya 61:3
penghiburan duka
“untuk memberkati orang-orang yang berkabung di Sion...”
Roma 12:15
empati terhadap sesama
“Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ulangan 21:13
✕ Sering dikira
Perempuan tawanan harus mencukur rambut sebagai tanda penghinaan.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah tanda transisi, bukan hukuman; juga bisa menjadi tanda berkabung.
✕ Sering dikira
Perintah ini melegalkan pernikahan paksa.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah regulasi untuk melindungi tawanan dalam situasi perang, bukan rekomendasi umum.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 21:13
Saat kita memasuki hubungan atau komitmen baru, penting memberi waktu untuk beradaptasi dan memproses masa lalu. Jangan terburu-buru; hormati proses pemulihan emosional orang lain.
Tuhan, ajari aku untuk menghargai proses dan memberi ruang bagi mereka yang sedang berduka atau beradaptasi. Amin.