Mendekati Kota dengan Tawaran Damai
Ulangan 20:10
Peraturan tentang Perang
“Apabila kamu sudah mendekati kota yang akan kamu serang, haruslah kamu menyerukan perdamaian.”Ulangan 20:10 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Apabila engkau mendekati suatu kota untuk berperang melawannya, maka haruslah engkau menawarkan perdamaian kepadanya.”Ulangan 20:10 · TB
Terjemahan Baru
“Apabila kamu pergi untuk menyerang sebuah kota, berilah dahulu kesempatan kepada penduduknya untuk menyerah.”Ulangan 20:10 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Ketika kalian hendak menyerang sebuah kota yang jauh dan tidak termasuk wilayah yang sebentar lagi TUHAN berikan kepada bangsa Israel, tawarkanlah kepada penduduk kota itu kesempatan untuk boleh tetap hidup kalau mau menerima sejumlah syarat dan menyerah. Jika mereka setuju dan membuka gerbang kota, mereka akan menjadi buruh kasar bagi kalian. Namun, jika mereka menolak tawaran itu dan malah bersiap untuk bertempur, kepunglah kota itu dan teroboslah masuk ke dalam. Saat TUHAN memampukan kalian menaklukkan kota itu, bunuhlah semua laki-laki di sana. Tetapi para perempuan, anak-anak, ternak, dan segala macam jarahan dari kota itu boleh kalian ambil. Dengan demikian, harta milik musuh itu sudah diberikan TUHAN untuk menjadi kepunyaanmu.“Peraturan itu berlaku untuk kota-kota yang jauh dan tidak termasuk kota milik bangsa-bangsa yang sekarang mendiami negeri Kanaan, yang sebentar lagi TUHAN berikan kepada kalian.”Ulangan 20:10 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“When thou comest nigh unto a city to fight against it, then proclaim peace unto it.”Ulangan 20:10 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 20:10?
Ayat ini mengajarkan bahwa sebelum menyerang kota, harus menawarkan perdamaian terlebih dahulu. Ini menunjukkan bahwa perang adalah pilihan terakhir, dan Tuhan menginginkan upaya damai sebagai langkah awal dalam konflik.
Latar belakang
Tawaran Damai Sebelum Perang
Allah memerintahkan Israel untuk menawarkan perdamaian kepada kota yang akan mereka serang. Ini menunjukkan bahwa perang bukanlah pilihan pertama, tetapi damai adalah prioritas.
Di mana
Dataran Moab
Di perkemahan, sebelum menyeberangi Sungai Yordan
Kapan
~1406 SM
Perjalanan menuju Tanah Perjanjian
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, ~120 tahun, pemberi hukum
Kepada
Orang Israel
Bangsa pilihan yang sedang bersiap memasuki Kanaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
עִיר
ʿir · kota
sebuah tempat tinggal yang berbenteng
צוּר
tsur · serang
mengepung, memerangi
שָׁלוֹם
shalom · perdamaian
keutuhan, kesejahteraan, damai
Ketiga kata ini menunjukkan bahwa pendekatan terhadap konflik harus dimulai dengan niat untuk shalom, tetapi jika ditolak, maka tindakan militer diperbolehkan. Damai bukan berarti pasif, tetapi aktif mencari kesejahteraan.
Tahukah kamu
Akar Kata 'Shalom'
Kata Ibrani untuk 'perdamaian' (shalom) juga berarti 'kesejahteraan' dan 'keutuhan', mencakup lebih dari sekadar tidak ada perang.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 20:10
Ulangan 2:26
Tawaran damai juga
“Lalu aku mengirim utusan dari padang gurun Kedemot kepada Sihon, raja Hesybon, dengan kata-kata damai”
Matius 5:9
Prinsip perdamaian
“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah”
Roma 12:18
Usaha untuk damai
“Sedapat-dapatnya, jika hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ulangan 20:10
✕ Sering dikira
Mengira tawaran damai hanya untuk kota-kota yang jauh, bukan yang di Kanaan.
✓ Yang sebenarnya
Ayat 10 berlaku untuk semua kota, termasuk yang jauh; tetapi perintah untuk kota Kanaan berbeda (lihat ayat 16-17).
✕ Sering dikira
Menganggap tawaran damai berarti kompromi dengan bangsa penyembah berhala.
✓ Yang sebenarnya
Tawaran damai adalah kesempatan bagi mereka untuk tunduk dan menerima hukum Israel, bukan kompromi iman.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 20:10
Sebelum bersikap konfrontatif dalam konflik, cobalah tawarkan jalan damai. Komunikasi yang baik bisa menghindari banyak pertengkaran dan kerugian.
Tuhan, beriku hikmat untuk selalu mengedepankan perdamaian dalam setiap konflik, dan keberanian untuk mengambil langkah pertama menuju rekonsiliasi. Amin.