Peperangan di Dataran Padang Gurun
Ulangan 20:1
Aturan Perang yang Adil dan Beriman
“Bila kamu pergi berperang melawan musuhmu dan kamu melihat kuda, kereta perang, dan orangnya lebih banyak daripada orangmu, janganlah takut kepadanya. Karena, TUHAN, Allahmu, yang telah membawamu keluar dari negeri Mesir, besertamu.”Ulangan 20:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“"Apabila engkau keluar berperang melawan musuhmu, dan engkau melihat kuda dan kereta, yakni tentara yang lebih banyak dari padamu, maka janganlah engkau takut kepadanya, sebab TUHAN, Allahmu, Ulangan 20.2–6 104 yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir, menyertai engkau.”Ulangan 20:1 · TB
Terjemahan Baru
“"Apabila kamu pergi berperang melawan musuh-musuhmu, jangan takut melihat kereta perang dan kuda mereka yang banyak serta tentara mereka yang jumlahnya melebihi jumlahmu. TUHAN Allahmu yang membebaskan kamu dari Mesir, juga akan menolong kamu.”Ulangan 20:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Selanjutnya Musa mengajar umat Israel, “Ketika kalian pergi berperang lalu melihat kuda, kereta perang, dan pasukan musuh yang jumlahnya lebih banyak daripada kalian, jangan takut! Ketahuilah bahwa TUHAN Allah yang membawa kita keluar dari Mesir akan menyertai kalian semua.”Ulangan 20:1 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“When thou goest out to battle against thine enemies, and seest horses, and chariots, and a people more than thou, be not afraid of them: for the LORD thy God is with thee, which brought thee up out of the land of Egypt.”Ulangan 20:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 20:1?
Ayat ini mengajarkan agar umat Israel tidak takut saat menghadapi musuh yang lebih kuat, karena Tuhan yang telah membawa mereka keluar dari Mesir menyertai mereka. Ini adalah pengingat bahwa kekuatan Tuhan lebih besar daripada kekuatan manusiawi.
Latar belakang
Musa Memberi Peringatan Perang
Musa berbicara kepada seluruh Israel di Dataran Moab, menjelaskan cara mereka harus menghadapi musuh yang jumlahnya lebih besar. Ia menekankan bahwa kehadiran TUHAN yang membawa mereka keluar dari Mesir adalah alasan utama untuk tidak takut.
Di mana
Dataran Moab
Perkemahan di sisi timur Sungai Yordan, depan Yerikho
Kapan
~1406 SM
Akhir pengembaraan di padang gurun
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, ~120 tahun, pemberi hukum
Kepada
Orang Israel
Bangsa pilihan yang sedang bersiap masuk Kanaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
יָצָא לַמִּלְחָמָה
yatsa' lammilchamah · pergi berperang
keluar untuk bertempur, tindakan aktif menuju medan laga
יָרֵא
yare' · takut
merasa gentar atau cemas, sering karena ancaman
יְהוָה
YHWH · TUHAN
Nama pribadi Allah Israel, yang setia pada perjanjian
Ketiga kata ini membentuk inti: saat keluar berperang, rasa takut harus diganti dengan keyakinan pada TUHAN yang hadir dan berkuasa. Kehadiran-Nya adalah sumber keberanian.
Tahukah kamu
Kuda dan Kereta Perang
Kuda dan kereta adalah teknologi militer canggih zaman itu, yang sangat ditakuti. Namun, perintah di sini menegaskan bahwa TUHAN lebih kuat daripada perlengkapan perang mana pun.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 20:1
Yesaya 41:10
Janji penyertaan
“Jangan takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu.”
Mazmur 20:7
Kepercayaan pada TUHAN
“Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN.”
Ulangan 3:22
Ulangi perintah
“Janganlah takut kepada mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berperang untukmu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ulangan 20:1
✕ Sering dikira
Menganggap ayat ini mewajibkan perang fisik bagi orang percaya.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah instruksi untuk Israel kuno, bukan perintah perang suci bagi semua orang.
✕ Sering dikira
Membaca 'jangan takut' sebagai larangan untuk merasa takut sama sekali.
✓ Yang sebenarnya
Maksudnya adalah jangan biarkan rasa takut menguasai, tapi percaya pada TUHAN.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 20:1
Ketika menghadapi tantangan yang lebih besar dari kemampuan kita, ingatlah bahwa Tuhan yang sama yang menyertai Israel juga menyertai kita. Jangan biarkan rasa takut menguasai iman kita, tetapi percayalah bahwa Tuhan sanggup memberi kemenangan.
Tuhan, ajarlah aku untuk tidak takut menghadapi masalah yang lebih besar dari diriku, karena Engkau selalu besertaku. Amin.