Alasan Kota Perlindungan Jarak Dekat
Ulangan 19:6
Kota Perlindungan dan Keadilan
“Maksudnya agar orang yang menuntut balasan darah yang mengejar pembunuh itu dengan hati panas tidak dapat menyusulnya sebab jarak menuju kota itu terlalu jauh, supaya dia tidak membunuhnya. Sedangkan, orang itu tidak patut dihukum mati karena dia tidak membenci kawannya sebelumnya.”Ulangan 19:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maksudnya supaya jangan penuntut tebusan darah sementara hatinya panas dapat mengejar pembunuh itu, karena jauhnya perjalanan, menangkapnya dan membunuhnya, padahal pembunuh itu tidak patut mendapat hukuman mati, karena ia tidak membenci dia sebelumnya. Ulangan 19.7–11 101”Ulangan 19:6 · TB
Terjemahan Baru
“(19:5)”Ulangan 19:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kalau kota perlindungan terlalu jauh, bisa jadi orang-orang yang akan menuntut balas kematian korban dapat mengejar orang itu dan dengan marah langsung membunuh dia sebelum kasusnya sempat diadili. Dia tidak patut dihukum mati karena dia tidak memusuhi korbannya dan tidak sengaja menyebabkan kematiannya.”Ulangan 19:6 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Lest the avenger of the blood pursue the slayer, while his heart is hot, and overtake him, because the way is long, and slay him; whereas he was not worthy of death, inasmuch as he hated him not in time past.”Ulangan 19:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 19:6?
Ayat ini menjelaskan alasan diadakannya kota perlindungan: untuk mencegah penuntut darah yang marah dan mengejar pembunuh tidak sengaja agar tidak membunuhnya. Karena jarak ke kota perlindungan mungkin jauh, maka perlu disiapkan jalan yang baik. Ini menunjukkan bahwa Tuhan ingin membatasi balas dendam dan memberi kesempatan bagi keadilan yang lebih adil.
Latar belakang
Jarak Menentukan Keselamatan
Ayat ini menjelaskan alasan kota perlindungan harus mudah dijangkau: agar penuntut darah yang marah tidak dapat menyusul dan membunuh orang yang tidak bersalah. Karena pembunuh tidak sengaja tidak pantas dihukum mati, ia harus dilindungi.
Di mana
Dataran Moab
Di tepi Sungai Yordan, di dataran Moab, tempat Israel berkemah sebelum masuk ke tanah perjanjian
Kapan
~1406 SM
Sebelum masuk Tanah Perjanjian
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, ~120 tahun, penyampai hukum TUHAN
Kepada
Orang Israel
Umat pilihan Tuhan, generasi yang akan masuk Kanaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
גֹּאֵל
goel · menuntut
penebus, pembela, yang bertindak sebagai penuntut darah
חֹמֶה
chomeh · hati panas
marah, panas hati
מִשְׁפָּט
mishpat · tidak patut
penghakiman, keadilan; di sini berarti tidak layak dihukum
Kata 'menuntut' dan 'tidak patut' menunjukkan bahwa penuntut darah bertindak berdasarkan emosi, tetapi keadilan Tuhan menilai pembunuh tak sengaja tidak layak mati; kota perlindungan adalah cara untuk memisahkan antara dendam dan keadilan.
Tahukah kamu
Penuntut Darah
Penuntut darah biasanya adalah kerabat terdekat dari korban; ia memiliki hak untuk menuntut balas atas kematian. Dengan adanya kota perlindungan, pembunuh tak sengaja bisa selamat dari balas dendam.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 19:6
Bilangan 35:12
Perlindungan sebelum diadili
“dan kota-kota itu akan menjadi tempat perlindungan bagimu terhadap penuntut balas, supaya pembunuh tidak mati sebelum ia menghadap jemaah untuk diadili.”
Ulangan 19:3
Jalan yang baik
“Kamu harus menyiapkan jalan bagimu sendiri”
Yosua 20:5
Penjelasan serupa
“Apabila penuntut darah mengejar dia, mereka tidak akan menyerahkan pembunuh ke dalam tangannya”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ulangan 19:6
✕ Sering dikira
Mengira penuntut darah selalu salah karena mengejar pelaku.
✓ Yang sebenarnya
Penuntut darah adalah kerabat korban yang berhak menuntut; kota perlindungan mencegah pembalasan yang tidak adil.
✕ Sering dikira
Mengira kata 'tidak patut' berarti pelaku tidak bersalah sama sekali.
✓ Yang sebenarnya
Pelaku masih bertanggung jawab, tetapi karena tidak sengaja, ia tidak layak dihukum mati.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 19:6
Kemarahan sering membuat kita bertindak berlebihan. Sebelum membalas dendam atau menghakimi, berhentilah sejenak dan biarkan Tuhan mengendalikan emosi kita, agar kita tidak menyesal.
Ya Tuhan, kendalikan amarahku dan jauhkan aku dari tindakan balas dendam yang merugikan, Amin.