Karena itulah, ia dihitung benar

Roma 4:22

Iman itulah yang diperhitungkan benar

Itu sebabnya, imannya “diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.”

Roma 4:22 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Roma 4:22?

Karena iman Abraham, Allah memperhitungkan imannya sebagai kebenaran. Ini menunjukkan bahwa kebenaran di hadapan Allah bukan dari perbuatan, tetapi dari iman yang diperhitungkan.

Latar belakang

Menutup lingkaran argumen

Paulus kembali ke kutipan awal: 'itu sebabnya imannya diperhitungkan sebagai kebenaran'. Setelah menggambarkan iman Abraham yang teguh, kini jelas: iman INILAH yang dibukukan Allah sebagai kebenaran. Bukan sunat, bukan amal.

Di mana

Roma (tujuan surat)

Kesimpulan tentang iman Abraham

Kapan

~57 M

Kesimpulan: iman dihitung benar

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Yakin penuh pada Allah
Ini juga untuk kita
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Paulus

Rasul yang menulis surat ini ke jemaat Roma

J

Kepada

Jemaat Roma

Campuran orang Yahudi & non-Yahudi di ibu kota

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

διὸ

dio · therefore

itu sebabnya, oleh karena itu

ἐλογίσθη

elogisthē · counted

diperhitungkan, dibukukan

δικαιοσύνην

dikaiosynēn · righteousness

kebenaran di mata Allah

Dio (karena itu) iman yang teguh tadi elogisthē (dibukukan) sebagai dikaiosynēn (kebenaran) — menutup argumen pasal ini.

Tahukah kamu

Kembali ke ayat 3

Frasa ini mengulang persis Kejadian 15:6 yang dikutip di ayat 3 — Paulus membingkai seluruh pembahasan dengan ayat yang sama di awal dan akhir.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Roma 4:22

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Roma 4:22

✕  Sering dikira

"Yang dihitung benar adalah ketaatan Abraham."

✓  Yang sebenarnya

Yang dihitung benar adalah imannya pada Allah, kata Paulus.

✕  Sering dikira

"Ini soal Abraham doang, tidak ada hubungannya dengan kita."

✓  Yang sebenarnya

Ayat berikutnya justru menyatakan ini ditulis untuk kita juga.

Renungan

Renungan Singkat Roma 4:22

Kita tidak perlu berjuang untuk menjadi benar melalui usaha sendiri. Cukup percaya kepada Yesus, maka Allah memperhitungkan iman kita sebagai kebenaran. Ini memberi kita kebebasan dari rasa bersalah dan tuntutan perfeksionisme.

Tuhan, terima kasih karena Engkau memperhitungkan imanku sebagai kebenaran. Ajariku untuk hidup dalam kebenaran-Mu setiap hari. Amin.