Cermin yang menunjukkan noda

Roma 3:20

Taurat memberi pengenalan akan dosa

Sebab, tidak ada manusia yang dapat dibenarkan di hadapan Allah dengan melakukan Hukum Taurat karena justru melalui Hukum Taurat itu, pengenalan tentang dosa datang.

Roma 3:20 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Roma 3:20?

Tidak ada seorang pun yang bisa dibenarkan di hadapan Allah dengan melakukan hukum Taurat. Hukum Taurat justru berfungsi sebagai cermin yang menunjukkan dosa kita, bukan sebagai alat untuk menyelamatkan diri.

Latar belakang

Fungsi Taurat

Inilah poin kunci: tidak ada manusia yang dibenarkan di hadapan Allah dengan menjalankan Taurat. Justru lewat Taurat kita jadi sadar apa itu dosa. Taurat seperti cermin — menunjukkan kotoran, tapi tak bisa membersihkannya.

Di mana

Korintus (ditulis untuk Roma)

Penutup dakwaan

Kapan

~57 M

Titik balik argumen

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Mulut terkatup
Kebenaran Allah dinyatakan
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Paulus

Menjelaskan fungsi sebenarnya Taurat

J

Kepada

Jemaat di Roma

Yang mengira Taurat menyelamatkan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

δικαιωθήσεται

dikaiōthēsetai · justified

dibenarkan, dinyatakan benar

ἔργων

ergōn · works

perbuatan, pekerjaan

ἐπίγνωσις

epignōsis · knowledge

pengenalan, kesadaran penuh

Taurat tidak pernah dirancang untuk membenarkan; tugasnya membuat kita sadar betapa kita butuh diselamatkan.

Tahukah kamu

Cermin bukan sabun

Para teolog sering bilang Taurat itu seperti cermin: bisa menunjukkan wajahmu kotor, tapi tak pernah dimaksudkan untuk mencucinya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Roma 3:20

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Roma 3:20

✕  Sering dikira

'Kalau aku cukup taat aturan, aku diterima Allah.'

✓  Yang sebenarnya

Tak seorang pun dibenarkan lewat perbuatan Taurat.

✕  Sering dikira

'Taurat itu gagal dan tak berguna.'

✓  Yang sebenarnya

Taurat berfungsi tepat: menyadarkan kita akan dosa.

Renungan

Renungan Singkat Roma 3:20

Jangan pernah mencoba membenarkan diri sendiri dengan perbuatan baik. Biarlah hukum Taurat menuntun kita untuk menyadari betapa kita membutuhkan kasih karunia Allah, bukan untuk menyombongkan diri.

Bapa, terima kasih karena Engkau membuka mataku untuk melihat dosaku melalui hukum-Mu, dan tolong aku untuk selalu bersandar pada kasih karunia-Mu. Amin.