Seluruh dunia terdiam

Roma 3:19

Setiap mulut terkatup di hadapan Allah

Sekarang kita tahu bahwa apa pun yang dikatakan oleh Hukum Taurat, diperuntukkan bagi mereka yang berada di bawah Hukum Taurat supaya setiap mulut terkatup, dan seluruh dunia bertanggung jawab pada Allah.

Roma 3:19 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Roma 3:19?

Ayat ini menjelaskan bahwa hukum Taurat diberikan untuk menunjukkan kesalahan semua orang di hadapan Allah. Tidak ada yang bisa lolos dari standar kudus Allah, dan seluruh dunia berada dalam keadaan bersalah di hadapan-Nya.

Latar belakang

Tak ada pembelaan

Paulus menjelaskan tujuan semua kutipan tadi: Hukum Taurat berbicara kepada mereka yang ada di bawahnya, supaya setiap mulut terkatup. Tidak ada lagi alasan atau pembelaan. Seluruh dunia bertanggung jawab di hadapan Allah.

Di mana

Korintus (ditulis untuk Roma)

Kesimpulan hukum

Kapan

~57 M

Vonis tertutup

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Rantai kutipan PL
Taurat tak membenarkan
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Paulus

Menarik kesimpulan dari Taurat

J

Kepada

Jemaat di Roma

Yahudi yang punya Taurat & seluruh dunia

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

νόμος

nomos · law

Hukum Taurat

φραγῇ

phragē · silenced

terkatup, terbungkam

ὑπόδικος

hypodikos · accountable

bertanggung jawab di pengadilan

Taurat tidak menyelamatkan orang Yahudi dari dakwaan ini — justru membungkam setiap pembelaan diri.

Tahukah kamu

Bahasa pengadilan

Frasa 'setiap mulut terkatup' dan 'bertanggung jawab' adalah istilah ruang sidang — seluruh umat manusia berdiri sebagai terdakwa.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Roma 3:19

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Roma 3:19

✕  Sering dikira

'Taurat hanya untuk menyalahkan orang non-Yahudi.'

✓  Yang sebenarnya

Justru ia membungkam mereka yang ada di bawah Taurat lebih dulu.

✕  Sering dikira

'Selalu ada pembelaan di hadapan Allah.'

✓  Yang sebenarnya

Maksud Taurat justru membuat setiap mulut terkatup.

Renungan

Renungan Singkat Roma 3:19

Sadar bahwa kita semua bersalah di hadapan Allah seharusnya membuat kita rendah hati dan tidak menghakimi orang lain. Mari kita mengakui kebutuhan kita akan pengampunan dan bersyukur karena Allah menyediakan jalan keluar.

Tuhan, aku mengakui bahwa aku telah gagal memenuhi standar-Mu, dan aku bersyukur karena Engkau telah menyediakan pengampunan melalui Yesus. Amin.