Akar dari semuanya
Roma 3:18
Tak ada rasa takut akan Allah
““Tidak ada rasa takut akan Allah di hadapan mata mereka.””Roma 3:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu."”Roma 3:18 · TB
Terjemahan Baru
“dan tidak menghormati Allah."”Roma 3:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Mereka tidak takut dan tidak hormat kepada Allah.””Roma 3:18 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“There is no fear of God before their eyes.”Roma 3:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Roma 3:18?
Ini adalah kutipan dari Mazmur 36:1, menegaskan bahwa orang berdosa tidak memiliki rasa takut akan Allah. Mereka hidup tanpa menyadari bahwa Allah melihat dan akan menghakimi. Tidak ada penghormatan atau kepatuhan kepada Tuhan.
Latar belakang
Sumber masalahnya
Paulus menutup deretan kutipan dengan akar dari semua dosa: tidak ada rasa takut akan Allah di hadapan mata mereka. Kalau Tuhan tidak diperhitungkan, semua kerusakan tadi mengalir dengan sendirinya.
Di mana
Korintus (ditulis untuk Roma)
Penutup catena
Kapan
~57 M
Bukti dari Kitab
Yang berbicara
Paulus
Menutup rantai kutipan dengan akarnya
Kepada
Jemaat di Roma
Semua manusia tertuduh
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
φόβος
phobos · fear
takut, hormat mendalam
θεοῦ
theou · God
Allah
ὀφθαλμῶν
ophthalmōn · eyes
mata, pandangan
Akar dari seluruh daftar dosa ini satu: hilangnya rasa hormat dan kesadaran akan Allah dari pandangan hidup.
Tahukah kamu
Takut yang sehat
'Takut akan Allah' dalam Alkitab berarti hormat mendalam dan kesadaran akan kehadiran-Nya — fondasi hikmat, bukan ketakutan yang melumpuhkan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Roma 3:18
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Roma 3:18
✕ Sering dikira
'Takut akan Allah artinya ngeri pada Tuhan.'
✓ Yang sebenarnya
Maksudnya hormat mendalam dan kesadaran akan kehadiran-Nya.
✕ Sering dikira
'Ini soal perasaan, bukan akar dosa.'
✓ Yang sebenarnya
Justru hilangnya takut akan Allah adalah akar semua dosa di daftar ini.
Renungan
Renungan Singkat Roma 3:18
Rasa takut akan Allah bukan berarti takut yang menakutkan, melainkan sikap hormat dan sadar bahwa Allah selalu hadir. Mari hidup dengan kesadaran itu, yang membuat kita berhati-hati dalam bertindak.
Bapa, beri aku hati yang selalu menghormati-Mu, agar hidupku mencerminkan pengenalan akan Engkau. Amin.