Mulut yang penuh kepahitan
Roma 3:14
Kutukan dan kepahitan dari mulut
““Mulut mereka dipenuhi dengan kutukan dan kepahitan.””Roma 3:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah,”Roma 3:14 · TB
Terjemahan Baru
“Mulut mereka penuh dengan kutuk dan kecaman.”Roma 3:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““mulut mereka penuh dengan kutuk dan kepahitan.””Roma 3:14 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Whose mouth is full of cursing and bitterness:”Roma 3:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Roma 3:14?
Kutipan ini, kemungkinan dari Mazmur 10:7, menegaskan bahwa orang berdosa menggunakan mulut untuk mengutuk dan menyebarkan kepahitan. Ini menunjukkan bahwa dosa tidak hanya terlihat dalam perbuatan, tetapi juga dalam perkataan yang keluar dari hati.
Latar belakang
Pahit di lidah
Kutipan singkat dari Mazmur 10: mulut manusia penuh kutukan dan kepahitan. Kata-kata yang seharusnya memberkati malah jadi sumber racun dan dendam.
Di mana
Korintus (ditulis untuk Roma)
Catena tentang ucapan
Kapan
~57 M
Bukti dari Kitab
Yang berbicara
Paulus
Melanjutkan kutipan Mazmur Daud
Kepada
Jemaat di Roma
Semua pendengar tanpa kecuali
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
στόμα
stoma · mouth
mulut
ἀρᾶς
aras · cursing
kutukan, sumpah serapah
πικρίας
pikrias · bitterness
kepahitan, dendam
Mulut yang dimaksudkan memberkati justru meluapkan kutukan dan kepahitan — tanda hati yang rusak.
Tahukah kamu
Dari Mazmur 10
Ayat ini diambil dari Mazmur 10:7, gambaran tentang orang fasik yang mulutnya penuh tipu daya dan ancaman.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Roma 3:14
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Roma 3:14
✕ Sering dikira
'Mengutuk orang itu sepele.'
✓ Yang sebenarnya
Kitab menempatkannya sebagai bukti kerusakan hati.
✕ Sering dikira
'Kepahitan tidak termasuk dosa.'
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini justru menyebutnya bagian dari mulut yang rusak.
Renungan
Renungan Singkat Roma 3:14
Amati apakah ada kepahitan atau kutukan dalam hati kita yang keluar melalui kata-kata. Mungkin kita perlu mengampuni agar kata-kata kita menjadi berkat, bukan penyebab luka.
Bapa, bersihkan hatiku dari kepahitan dan isi mulutku dengan kata-kata yang membangun dan memulihkan. Amin.