Keyakinan disimpan di hadapan Allah

Roma 14:22

Peganglah keyakinanmu sendiri

Keyakinan yang kamu miliki, peganglah untuk dirimu sendiri di hadapan Allah. Berbahagialah orang yang tidak menghakimi dirinya sendiri untuk apa yang ia anggap baik.

Roma 14:22 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Roma 14:22?

Pegang keyakinanmu di hadapan Allah, tapi jangan dipamerkan jika itu menyakiti orang lain. Berbahagialah orang yang tidak menyalahkan diri sendiri atas keputusan yang diambil dalam iman.

Latar belakang

Tak perlu pamer keyakinan

Keyakinan yang kamu punya soal kebebasan—simpan saja antara kamu dan Allah, tak perlu dipaksakan ke orang lain. Berbahagia orang yang bisa menjalani pilihannya tanpa rasa bersalah menghantui. Hati nurani yang tenang itu berharga.

Di mana

Korintus (saat menulis)

Soal keyakinan pribadi & hati nurani

Kapan

~57 M

Keyakinan & hati nurani

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Lebih baik menahan diri
Yang bimbang dihukum
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Paulus

Rasul yang menghargai hati nurani yang tenang

J

Kepada

Jemaat di Roma

Si kuat dengan keyakinan yang mantap

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

πίστιν

pistin · faith

keyakinan, iman pribadi

μακάριος

makarios · blessed

berbahagia, beruntung

δοκιμάζει

dokimazei · approves

menguji dan menyetujui

Berbahagia orang yang menjalani keyakinannya di hadapan Allah tanpa hati nurani menyalahkannya.

Tahukah kamu

'Berbahagialah' yang langka

Paulus jarang memakai kata 'berbahagialah' (makarios) seperti dalam Ucapan Bahagia. Di sini ia memakainya untuk orang dengan hati nurani yang bersih.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Roma 14:22

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Roma 14:22

✕  Sering dikira

"Keyakinanku harus kupamerkan supaya orang ikut."

✓  Yang sebenarnya

Simpan saja di hadapan Allah, jangan dipaksakan.

✕  Sering dikira

"Bahagia datang dari kebebasan tanpa batas."

✓  Yang sebenarnya

Bahagia datang dari hati nurani yang tidak menuduh.

Renungan

Renungan Singkat Roma 14:22

Yakinlah dengan keputusan yang kita ambil berdasarkan iman, tapi jaga agar hal itu tidak membuat kita sombong atau memicu pertengkaran. Integritas di hadapan Allah lebih penting daripada pujian manusia.

Tuhan, beri aku ketenangan untuk memegang keyakinanku dan kebijaksanaan untuk tidak menghakimi orang lain. Amin.