Semua di depan satu takhta

Roma 14:10

Kenapa menghakimi saudaramu?

Mengapa kamu menghakimi saudaramu? Atau, mengapa kamu memandang rendah saudaramu dengan menghinanya? Sebab, kita semua akan berdiri di hadapan takhta pengadilan Allah.

Roma 14:10 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Roma 14:10?

Kita tidak boleh menghakimi atau merendahkan sesama saudara seiman, karena semua orang akan berdiri di hadapan takhta pengadilan Allah. Hanya Allah yang berhak menghakimi.

Latar belakang

Kita semua satu antrian

Paulus balik bertanya: kenapa menghakimi atau menghina saudara, padahal kita sendiri akan berdiri di hadapan takhta yang sama? Tidak ada yang jadi hakim atas yang lain. Kita semua orang yang akan dihakimi.

Di mana

Korintus (saat menulis)

Gambaran ruang pengadilan

Kapan

~57 M

Pengingat penghakiman akhir

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kristus berkuasa
Setiap lutut bersujud
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Paulus

Rasul yang menunggu penghakiman Allah sendiri

J

Kepada

Jemaat di Roma

Yang suka menghakimi & yang suka menghina

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

κρίνεις

krineis · judge

menghakimi

ἐξουθενεῖς

exoutheneis · despise

memandang rendah

βήματι

bēmati · judgment seat

panggung pengadilan

Karena kita semua akan diadili di takhta yang sama, tak satu pun layak jadi hakim atas yang lain.

Tahukah kamu

Bēma, panggung pengadilan

Kata 'takhta pengadilan' (bēma) adalah panggung tinggi tempat pejabat Romawi memutus perkara. Pembaca Korintus pernah lihat Paulus diadili di bēma serupa.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Roma 14:10

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Roma 14:10

✕  Sering dikira

"Aku berhak menilai saudaraku."

✓  Yang sebenarnya

Hanya Allah yang berhak; kita pun akan diadili.

✕  Sering dikira

"Takhta pengadilan cuma untuk orang jahat."

✓  Yang sebenarnya

Paulus bilang 'kita semua' berdiri di sana.

Renungan

Renungan Singkat Roma 14:10

Sebelum kamu mengkritik atau meremehkan orang lain, ingatlah bahwa kamu juga akan dinilai oleh Allah. Cobalah untuk lebih fokus pada pertumbuhanmu sendiri daripada menghakimi orang lain.

Ya Allah, ampunilah aku karena sering menghakimi sesama. Ajar aku untuk saling menerima. Amin.