Daftar yang terus mengalir

Roma 1:30

Wajah dosa yang beragam

pemfitnah, pembenci Allah, kasar, sombong, bermulut besar, penemu kejahatan, tidak taat kepada orang tua,

Roma 1:30 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Roma 1:30?

Paulus melanjutkan daftar sifat-sifat buruk: pemfitnah, pembenci Allah, kasar, sombong, bermulut besar, penemu kejahatan, dan tidak taat kepada orang tua. Semua ini menunjukkan betapa dalamnya manusia jatuh ketika menolak Allah.

Latar belakang

Lanjutan daftar

Daftar Paulus terus mengalir: pemfitnah, pembenci Allah, sombong, pembual, bahkan tidak taat pada orang tua. Ia mencampur dosa sikap (sombong) dan dosa relasi (durhaka pada orang tua). Tidak ada yang luput dari sorotan.

Di mana

Korintus

Daftar dosa berlanjut

Kapan

~57 M

Perjalanan misi ketiga

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Daftar dosa dimulai
Tidak setia, tidak berperasaan
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Paulus

Rasul yang melanjutkan rincian dosa

S

Kepada

Seluruh umat manusia

Yang menampakkan berbagai wajah dosa

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

καταλάλους

katalalous · slanderers

pemfitnah, yang menjelekkan

ὑπερηφάνους

hyperēphanous · arrogant

sombong, merasa di atas

ἀπειθεῖς

apeitheis · disobedient

tidak taat, membangkang

Dari pemfitnah (katalalous) yang sombong (hyperēphanous) sampai yang durhaka (apeitheis), daftar Paulus mencakup dosa sikap maupun relasi.

Tahukah kamu

Penemu kejahatan

Salah satu istilah unik di sini adalah 'penemu kejahatan' — orang yang menciptakan cara-cara baru untuk berbuat jahat. Kreativitas pun bisa dibajak untuk hal buruk.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Roma 1:30

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Roma 1:30

✕  Sering dikira

"Kesombongan dosa ringan dibanding lainnya."

✓  Yang sebenarnya

Paulus menaruhnya sejajar dengan dosa yang dianggap berat.

✕  Sering dikira

"Durhaka pada orang tua bukan urusan rohani."

✓  Yang sebenarnya

Paulus memasukkannya dalam daftar dosa yang serius.

Renungan

Renungan Singkat Roma 1:30

Kita harus berhati-hati agar tidak memiliki sikap angkuh dan suka memfitnah. Sebaliknya, kita dipanggil untuk rendah hati, taat kepada yang berwenang, dan menggunakan mulut kita untuk membangun.

Ya Tuhan, jadikanlah kami rendah hati dan penuh kasih, jauhkan kami dari fitnah dan kesombongan, serta ajarlah kami taat kepada-Mu dan orang tua kami. Amin.