Korban dari Kekuasaan

Pengkhotbah 8:9-17

Manusia Tidak Dapat Menyelami Pekerjaan Allah

9Sementara aku menaruh dalam hatiku segala sesuatu yang dikerjakan di bawah matahari, aku telah mengamati semuanya ini, yaitu bahwa ada saat ketika seseorang berkuasa atas orang lain hingga mencelakakan dirinya sendiri. 10Kemudian, aku melihat orang fasik dikuburkan, mereka yang masuk dan keluar dari tempat suci, dan mereka dilupakan di kota tempat mereka berbuat demikian. Ini pun kesia-siaan. 11Karena hukuman terhadap perbuatan jahat tidak segera dilaksanakan, hati anak-anak manusia dipenuhi dengan niat untuk berbuat jahat. 12Meskipun orang berdosa berbuat jahat seratus kali, dan hidupnya diperpanjang, tetapi aku tahu bahwa semua akan baik bagi mereka yang takut kepada Allah, yang takut di hadapan-Nya. 13Namun, semua tidak akan baik bagi orang fasik, dan dia tidak akan memperpanjang hari-harinya, yang seperti bayangan, karena dia tidak takut di hadapan Allah. 14Ada kesia-siaan yang terjadi di atas bumi. Ada orang-orang benar yang kepadanya ditimpakan sesuai dengan perbuatan orang fasik. Sebaliknya, ada orang-orang jahat yang kepadanya ditimpakan sesuai dengan perbuatan orang benar. Aku berkata, “Ini pun kesia-siaan.” 15Jadi, aku menyanjung kesenangan karena tidak ada yang baik bagi manusia di bawah matahari, kecuali makan, minum, dan bergembira, karena hal-hal ini akan menyertai kerja kerasnya selama hari-hari kehidupannya yang telah diberikan oleh Allah kepadanya di bawah matahari. 16Ketika aku menetapkan hatiku untuk mengetahui hikmat, dan melihat pekerjaan-pekerjaan yang telah dilakukan di atas bumi, betapa mata seseorang tidak pernah tertidur baik siang maupun malam, 17aku melihat semua pekerjaan Allah. Manusia tidak sanggup menemukan pekerjaan yang dilakukan-Nya di bawah matahari. Betapa pun kerja keras manusia untuk mencarinya, mereka tidak akan menemukannya. Kalaupun ada orang berhikmat yang mengatakan bahwa dia mengerti, dia tidak dapat menemukannya.

Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya

Latar belakang

Penyalahgunaan Kekuasaan

Pengkhotbah mengamati bahwa ada orang yang berkuasa atas orang lain untuk mencelakakan mereka, dan ini adalah kesia-siaan. Kekuasaan sering disalahgunakan, merugikan orang lain.

Di mana

Yerusalem

Refleksi di istana, mungkin di ruang belajar

Kapan

~935 SM

Kerajaan Israel Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Penobatan Salomo
Pembagian Kerajaan
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Pengkhotbah

Pengkhotbah, mungkin Salomo, bijaksana namun realistis.

P

Kepada

Pembaca

Orang-orang yang mencari makna hidup.

Arti tiap ayat

Penjelasan Pengkhotbah 8:9-17 Ayat per Ayat

Pengkhotbah 8:9

Pengkhotbah mengamati bahwa ada orang yang berkuasa atas orang lain, tetapi kekuasaan itu sering kali menjadi bumerang dan mencelakakan dirinya sendiri. Ini menunjukkan bahwa kekuasaan yang disalahgunakan akan membawa…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Pengkhotbah 8:10

Pengkhotbah melihat orang fasik yang tampak dihormati dan dikuburkan dengan layak, tetapi akhirnya dilupakan. Ini menunjukkan bahwa kemuliaan duniawi itu sementara. Kefasikan tidak membawa kenangan yang baik; semuanya…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Pengkhotbah 8:11

Karena hukuman atas kejahatan tidak segera terjadi, orang semakin berani berbuat dosa. Ini menunjukkan bahwa keadilan yang tertunda bisa disalahartikan sebagai ketiadaan keadilan. Namun, Pengkhotbah mengingatkan bahwa…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Pengkhotbah 8:12

Meskipun orang berdosa bisa berbuat jahat dan hidup lama, yang terpenting adalah akhir hidup mereka. Orang yang takut akan Allah akan mendapat kebaikan, sedangkan orang fasik tidak. Ini menegaskan bahwa kualitas hidup…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Pengkhotbah 8:13

Orang fasik mungkin tampak berhasil, tetapi ujung hidupnya tidak baik dan hari-harinya seperti bayangan yang lenyap, karena ia tidak takut kepada Allah. Sebaliknya, orang yang takut kepada Allah akan mendapat kebaikan,…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Pengkhotbah 8:14

Di dunia ini sering terjadi ketidakadilan: orang benar menderita seperti orang jahat, dan orang jahat diberkati seperti orang benar. Ini adalah kesia-siaan, sesuatu yang membingungkan dan tidak masuk akal.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Pengkhotbah 8:15

Karena hidup penuh dengan kesia-siaan dan ketidakpastian, hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah menikmati berkat Allah: makan, minum, dan bersukacita dalam pekerjaan kita. Ini adalah anugerah dari Allah untuk kita…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Pengkhotbah 8:16

Pengkhotbah berusaha sungguh-sungguh untuk memahami hikmat dan melihat semua pekerjaan di bumi. Ia bahkan begadang siang-malam, tetapi menyadari bahwa pemahaman manusia ada batasnya.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Pengkhotbah 8:17

Manusia tidak dapat sepenuhnya memahami segala pekerjaan Allah di dunia. Sekalipun orang bijak mengaku mengerti, kenyataannya mereka tidak dapat menemukan makna keseluruhan. Hikmat yang benar adalah mengakui…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Baca Pengkhotbah 8 selengkapnya