Ketidakadilan di Bumi
Pengkhotbah 8:14
Kesia-siaan Hidup
PerikopManusia Tidak Dapat Menyelami Pekerjaan Allah · Pengkhotbah 8:9-17 →“Ada kesia-siaan yang terjadi di atas bumi. Ada orang-orang benar yang kepadanya ditimpakan sesuai dengan perbuatan orang fasik. Sebaliknya, ada orang-orang jahat yang kepadanya ditimpakan sesuai dengan perbuatan orang benar. Aku berkata, “Ini pun kesia-siaan.””Pengkhotbah 8:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ada suatu kesia-siaan yang terjadi di atas bumi: ada orang-orang benar, yang menerima ganjaran yang layak untuk perbuatan orang fasik, dan ada orang-orang fasik yang menerima pahala yang layak untuk perbuatan orang benar. Aku berkata: "Inipun sia-sia!"”Pengkhotbah 8:14 · TB
Terjemahan Baru
“Namun semua itu omong kosong belaka. Lihat saja apa yang terjadi di dunia: Ada orang saleh yang dihukum bagai pendurhaka, ada penjahat yang diganjar bagai orang saleh. Jadi, itu pun sia-sia.”Pengkhotbah 8:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Aku juga memperhatikan kesia-siaan yang sering terjadi di dunia ini: Kecelakaan atau kemalangan justru terjadi kepada orang yang hidup benar, sedangkan orang jahat berhasil tanpa mengalami persoalan. Ini sungguh sia-sia!”Pengkhotbah 8:14 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“There is a vanity which is done upon the earth; that there be just men, unto whom it happeneth according to the work of the wicked; again, there be wicked men, to whom it happeneth according to the work of the righteous: I said that this also is vanity.”Pengkhotbah 8:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Pengkhotbah 8:14?
Di dunia ini sering terjadi ketidakadilan: orang benar menderita seperti orang jahat, dan orang jahat diberkati seperti orang benar. Ini adalah kesia-siaan, sesuatu yang membingungkan dan tidak masuk akal.
Latar belakang
Misteri Keadilan yang Terbalik
Pengkhotbah melihat ketidakadilan di dunia: orang benar menderita seolah-olah mereka jahat, dan orang jahat makmur seolah-olah mereka benar. Ini terasa sia-sia, tetapi ia mengakui bahwa ini bagian dari misteri hidup.
Di mana
Yerusalem
Berjalan-jalan di kota, mengamati kehidupan
Kapan
~950 SM
Zaman Kerajaan Bersatu
Yang berbicara
Pengkhotbah
Seorang bijak Israel, mungkin Salomo, ~50 tahun
Kepada
Pembaca Israel
Orang Israel yang bergumul dengan keadilan Allah
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
הֶבֶל
hebel · kesia-siaan
uap, nafas, sesuatu yang sia-sia dan sementara
נָגַע
naga · ditimpakan
menyentuh, mencapai, mengenakan
וְכֵן
vekhen · sebaliknya
demikian juga, sebaliknya
Ketidakadilan digambarkan sebagai sesuatu yang 'menyentuh' atau 'mengenakan' orang seperti pakaian yang tidak semestinya. Ini menekankan sifat paradoksal yang dirasakan sia-sia.
Tahukah kamu
Tema Kiasan
Frasa 'kesia-siaan' (hebel) dipakai 38 kali dalam Pengkhotbah. Ini bermakna 'uap' atau 'nafas', menggambarkan sesuatu yang transparan dan sulit dipegang, seperti ketidakadilan yang membingungkan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 8:14
Mazmur 73:3
Iri pada orang fasik
“Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, ketika aku melihat kemujuran orang-orang fasik.”
Ayub 21:7
Pertanyaan ketidakadilan
“Mengapa orang fasik tetap hidup, menjadi tua, dan bahkan bertambah kuat?”
Pengkhotbah 7:15
Nasib terbalik
“Ada orang benar binasa dalam kebenarannya, dan ada orang fasik hidup lama dalam kejahatannya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 8:14
✕ Sering dikira
Ayat ini berarti Allah tidak adil.
✓ Yang sebenarnya
Pengkhotbah hanya mengamati fenomena di dunia yang fana, bukan menyalahkan Allah. Ia tahu ada penghakiman di masa depan.
✕ Sering dikira
Ini alasan untuk tidak percaya pada keadilan Allah.
✓ Yang sebenarnya
Ini justru mengajak kita merenungkan keterbatasan pemahaman manusia dan pentingnya takut akan Allah.
Renungan
Renungan Singkat Pengkhotbah 8:14
Saat melihat ketidakadilan, ingatlah bahwa dunia ini tidak sempurna. Kita dipanggil untuk tetap setia kepada Allah, bukan untuk menghakimi hasil akhir dari segala sesuatu.
Tuhan, berikan aku ketenangan saat aku melihat ketidakadilan, dan kekuatan untuk tetap berbuat benar. Amin.