Nikmati yang ada, jangan kejar yang mustahil
Pengkhotbah 6:9
Kesia-siaan Hidup dan Batas Manusia
“Lebih baik pandangan mata daripada jiwa yang mengembara. Ini pun kesia-siaan dan usaha mengejar angin.”Pengkhotbah 6:9 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lebih baik melihat saja dari pada menuruti nafsu. Inipun kesia-siaan dan usaha menjaring angin.”Pengkhotbah 6:9 · TB
Terjemahan Baru
“Semua itu sia-sia seperti usaha mengejar angin. Lebih baik kita puas dengan apa yang ada pada kita daripada selalu menginginkan lebih banyak lagi.”Pengkhotbah 6:9 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Ya, lebih baik menikmati apa yang ada padamu, daripada menginginkan sesuatu yang tidak kamu miliki. Semuanya itu sia-sia— sama seperti berusaha menjaring angin!”Pengkhotbah 6:9 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Better is the sight of the eyes than the wandering of the desire: this is also vanity and vexation of spirit.”Pengkhotbah 6:9 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Pengkhotbah 6:9?
Ayat ini membandingkan 'pandangan mata' (menikmati apa yang ada di depan, yang nyata) dengan 'jiwa yang mengembara' (keinginan akan hal-hal yang tidak pasti). Lebih baik menikmati realitas saat ini daripada terus mengejar impian atau keinginan yang tidak pasti. Mengejar hal yang tak terjangkau adalah sia-sia.
Latar belakang
Nikmati yang ada, jangan kejar yang mustahil
Pengkhotbah menasihatkan untuk menikmati apa yang dapat dilihat dan dinikmati saat ini, daripada selalu mengejar keinginan yang tak terpuaskan. Ini adalah kesia-siaan dan mengejar angin.
Di mana
Yerusalem
Di ruang belajar, merenungkan pilihan hidup
Kapan
~935 SM
Zaman Raja Salomo
Yang berbicara
Pengkhotbah (Kohelet)
Sang pengajar, mungkin Salomo, bijak namun jujur tentang hidup.
Kepada
Pembaca/umum
Orang-orang yang mencari makna dalam hidup yang fana.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מַרְאֶה
mar'eh · pandangan
Apa yang dilihat, penglihatan, atau penampilan.
נֶפֶשׁ
nefesh · jiwa yang mengembara
Jiwa atau keinginan yang berkelana tanpa arah.
רְעוּת
re'ut · mengejar
Keinginan, usaha, atau mengejar (sering dalam arti sia-sia).
Kata 'mar'eh' (pandangan) dan 'nefesh' (jiwa) menunjukkan bahwa kepuasan sejati lebih dekat dengan menerima apa yang ada di depan mata daripada terus-menerus mengejar keinginan yang tidak realistis.
Tahukah kamu
Frasa 'mengejar angin'
Ungkapan 'mengejar angin' (re'ut ruach) sering muncul di Pengkhotbah, melukiskan usaha yang sia-sia dan tak berarti.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 6:9
Matius 6:34
nikmati hari ini
“Karena itu janganlah kamu khawatir tentang hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri.”
Filipi 4:11
kepuasan cukup
“Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.”
Pengkhotbah 2:11
kesia-siaan usaha
“Lalu aku memandang segala sesuatu yang telah dibuat tanganku... sungguh, semuanya sia-sia dan usaha mengejar angin.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 6:9
✕ Sering dikira
Ayat ini mengajarkan hedonisme: nikmati apa saja yang terlihat.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini bukan tentang hedonisme, tetapi tentang menerima dengan syukur apa yang Tuhan berikan saat ini, bukan mengejar yang tak pasti.
✕ Sering dikira
Kita tidak boleh memiliki ambisi atau keinginan sama sekali.
✓ Yang sebenarnya
Keinginan itu wajar, tetapi yang salah adalah ketika keinginan itu menguasai kita dan membuat kita tidak puas dengan berkat yang ada.
Renungan
Renungan Singkat Pengkhotbah 6:9
Belajarlah untuk hadir dan menikmati berkat yang sudah Anda miliki sekarang. Jangan terus-menerus menginginkan masa depan atau hal-hal di luar jangkauan, karena itu hanya membawa kelelahan dan kecewa.
Tuhan, berikan aku kemampuan untuk bersyukur atas berkat hari ini dan tidak selalu mengembara dalam keinginan yang sia-sia. Amin.