Keunggulan hikmat yang terbatas
Pengkhotbah 6:8
Kesia-siaan Hidup dan Batas Manusia
PerikopKekayaan Tidak Mendatangkan Kebahagiaan · Pengkhotbah 6:1-12 →“Sebab, apa kelebihan orang berhikmat dibanding orang bodoh? Apa kelebihan orang miskin yang tahu berjalan di hadapan orang yang hidup?”Pengkhotbah 6:8 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Karena apakah kelebihan orang yang berhikmat dari pada orang yang bodoh? Apakah kelebihan orang miskin yang tahu berperilaku di hadapan orang?”Pengkhotbah 6:8 · TB
Terjemahan Baru
“Jadi, apa keuntungan orang arif dibandingkan dengan orang bodoh? Apa pula gunanya jika orang miskin berkelakuan baik di tengah-tengah masyarakat?”Pengkhotbah 6:8 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Jadi, baik orang bijak maupun orang bebal tidak ada bedanya! Ada orang miskin yang berperilaku baik di hadapan orang, tetapi perilaku baiknya itu tidak punya manfaat apa-apa. Sebab pada akhirnya sesudah mati, mereka semua tidak ada bedanya.”Pengkhotbah 6:8 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“For what hath the wise more than the fool? what hath the poor, that knoweth to walk before the living?”Pengkhotbah 6:8 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Pengkhotbah 6:8?
Pertanyaan retoris ini menyoroti bahwa baik orang berhikmat maupun orang bodoh, serta orang miskin yang tahu cara hidup, semuanya menghadapi kematian. Kelebihan hikmat atau kemampuan hidup tidak dapat mengubah takdir akhir manusia. Jadi, semuanya sia-sia jika tujuan hidup hanya pada hal-hal duniawi.
Latar belakang
Hikmat vs kebodohan
Pengkhotbah mempertanyakan keuntungan orang berhikmat dibanding orang bodoh, dan juga orang miskin yang tahu bertindak dengan bijak di hadapan orang lain. Ini menunjukkan bahwa hikmat pun tidak memberikan keuntungan abadi di dunia yang fana.
Di mana
Yerusalem
Di ruang belajar, merenungkan hikmat dan hidup
Kapan
~935 SM
Zaman Raja Salomo
Yang berbicara
Pengkhotbah (Kohelet)
Sang pengajar, mungkin Salomo, bijak namun jujur tentang hidup.
Kepada
Pembaca/umum
Orang-orang yang mencari makna dalam hidup yang fana.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
יִתְרוֹן
yitron · kelebihan
Keuntungan atau kelebihan yang tersisa setelah diperhitungkan.
חָכָם
chakham · berhikmat
Bijaksana, terampil dalam hidup.
כְּסִיל
kesil · orang bodoh
Orang bebal, dungu, kurang akal.
Kata 'yitron' (kelebihan) adalah kata kunci dalam Kitab Pengkhotbah, dan di sini menunjukkan bahwa hikmat tidak memberikan keuntungan kekal; baik bijak maupun bodoh sama-sama menghadapi kematian.
Tahukah kamu
Orang miskin yang berhikmat
Frasa 'orang miskin yang tahu berjalan di hadapan orang yang hidup' mungkin merujuk pada orang yang rendah hati tetapi memiliki pengertian, yang tetap tidak lebih baik daripada orang bodoh dalam hal kefanaan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 6:8
Pengkhotbah 2:13
hikmat lebih berguna
“Maka aku melihat bahwa hikmat lebih berguna daripada kebodohan, seperti terang lebih berguna daripada kegelapan.”
Amsal 3:13
nilai hikmat
“Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh pengertian.”
1 Korintus 1:25
hikmat manusia terbatas
“Sebab kebodohan Allah lebih bijaksana daripada manusia, dan kelemahan Allah lebih kuat daripada manusia.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 6:8
✕ Sering dikira
Ayat ini merendahkan hikmat, jadi kita tidak perlu berusaha menjadi bijak.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini tidak merendahkan hikmat, tetapi menunjukkan keterbatasannya dalam menghadapi kematian dan kesia-siaan dunia.
✕ Sering dikira
Orang miskin yang berhikmat tidak ada gunanya sama sekali.
✓ Yang sebenarnya
Frasa itu membandingkan dengan orang bodoh; orang miskin yang berhikmat mungkin lebih baik, tetapi tetap tidak luput dari kefanaan.
Renungan
Renungan Singkat Pengkhotbah 6:8
Jangan mengandalkan kebijaksanaan atau kecerdasan semata untuk merasa lebih unggul. Ingatlah bahwa di hadapan Tuhan, semua orang sama dan membutuhkan anugerah-Nya. Gunakan hikmat untuk melayani dan memuliakan Tuhan, bukan untuk kesombongan.
Ya Tuhan, jauhkan aku dari kesombongan karena kepandaianku, dan berikan aku kerendahan hati untuk bergantung pada-Mu. Amin.