Kerja keras yang tak terpuaskan
Pengkhotbah 6:7
Kesia-siaan Hidup dan Batas Manusia
“Segala kerja keras manusia adalah untuk mulutnya, tetapi nafsunya tidak terpenuhi.”Pengkhotbah 6:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Segala jerih payah manusia adalah untuk mulutnya, namun keinginannya tidak terpuaskan.”Pengkhotbah 6:7 · TB
Terjemahan Baru
“Manusia bekerja hanya untuk makan, tetapi ia tidak pernah merasa puas.”Pengkhotbah 6:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Dengan susah payah kita bekerja supaya mendapat sesuatu untuk dimakan, namun tetap saja kita tidak pernah merasa puas!”Pengkhotbah 6:7 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“All the labour of man is for his mouth, and yet the appetite is not filled.”Pengkhotbah 6:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Pengkhotbah 6:7?
Ayat ini mengungkapkan ironi kehidupan: manusia bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan fisik (mulut), tetapi keinginan atau nafsu tidak pernah benar-benar puas. Ini menunjukkan bahwa kerja keras saja tidak menjamin kepuasan batin; ada kerinduan yang lebih dalam yang tidak bisa dipenuhi oleh hal-hal duniawi.
Latar belakang
Nafsu tak pernah kenyang
Pengkhotbah mengamati bahwa semua kerja keras manusia pada akhirnya untuk memenuhi kebutuhan dasar (mulut), tetapi keinginan atau nafsu manusia tidak pernah benar-benar terpuaskan. Ini melanjutkan renungan tentang sia-sianya usaha manusia di bawah matahari.
Di mana
Yerusalem
Di ruang belajar, merenungkan pengalaman hidup
Kapan
~935 SM
Zaman Raja Salomo
Yang berbicara
Pengkhotbah (Kohelet)
Sang pengajar, mungkin Salomo, bijak namun jujur tentang hidup.
Kepada
Pembaca/umum
Orang-orang yang mencari makna dalam hidup yang fana.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
עָמָל
amal · kerja keras
Pekerjaan atau usaha yang melelahkan, seringkali sia-sia.
פִּיהוּ
pihu · mulutnya
Bukaan atau organ makan, simbol kebutuhan dasar.
נֶפֶשׁ
nefesh · nafsunya
Jiwa, diri, atau keinginan yang dalam.
Kata 'amal' (kerja keras) dan 'nefesh' (nafsu) menunjukkan bahwa usaha manusia sering kali hanya untuk memuaskan keinginan yang tak pernah puas, menyoroti kehampaan tanpa Tuhan.
Tahukah kamu
Metafora mulut
Dalam bahasa Ibrani, 'mulut' di sini bisa merujuk pada kebutuhan fisik, tetapi juga metafora untuk keserakahan yang tak berujung, seperti dalam Amsal 16:26.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 6:7
Amsal 16:26
kerja dan mulut
“Orang yang bekerja keras bekerja untuk dirinya sendiri, sebab mulutnya mendesak dia.”
Pengkhotbah 1:8
kejemuan nafsu
“Segala sesuatu menjemukan, tak ada yang dapat dikatakan: lihatlah, ini baru!”
Matius 5:6
puas sejati
“Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 6:7
✕ Sering dikira
Ayat ini mengajarkan bahwa makan dan minum adalah tujuan hidup yang utama.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini justru menunjukkan bahwa kebutuhan dasar tidak pernah memuaskan jiwa; ada kerinduan yang lebih dalam.
✕ Sering dikira
Nafsu yang dimaksud selalu negatif, seperti nafsu seksual.
✓ Yang sebenarnya
Nafsu di sini berarti keinginan atau hasrat secara umum, yang sering kali tidak pernah terpuaskan.
Renungan
Renungan Singkat Pengkhotbah 6:7
Perhatikan apakah kita bekerja hanya untuk memenuhi keinginan yang terus bertambah. Cobalah untuk bersyukur atas apa yang sudah ada, dan cari kepuasan dalam hal-hal yang bersifat rohani dan hubungan, bukan hanya hal-hal materi.
Tuhan, ajari aku untuk menemukan kepuasan sejati dalam Engkau, bukan dalam mengejar keinginan yang tak pernah puas. Amin.