Kekayaan Tanpa Kuasa Menikmati
Pengkhotbah 6:2
Kesia-siaan Kekayaan dan Umur Panjang
PerikopKekayaan Tidak Mendatangkan Kebahagiaan · Pengkhotbah 6:1-12 →“Seseorang yang kepadanya Allah memberikan kekayaan, harta benda, dan kehormatan sehingga jiwanya tidak kekurangan segala yang diinginkannya, tetapi Allah tidak memberinya kuasa untuk menikmatinya, malahan orang asing menikmatinya. Ini pun kesia-siaan, dan ini kemalangan yang menyedihkan.”Pengkhotbah 6:2 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“orang yang dikaruniai Allah kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sehingga ia tak kekurangan suatupun yang diingininya, tetapi orang itu tidak dikaruniai kuasa oleh Allah untuk menikmatinya, melainkan orang lain yang menikmatinya! Inilah kesia-siaan dan penderitaan yang pahit.”Pengkhotbah 6:2 · TB
Terjemahan Baru
“Ada kalanya Allah memberi kekayaan, kehormatan dan harta benda kepada seseorang, sehingga tak ada lagi yang diinginkannya. Tetapi Allah tidak mengizinkan dia menikmati semua pemberian itu. Sebaliknya, orang yang tidak dikenal-Nya akan menikmati kekayaan itu. Jadi, semua itu sia-sia dan menyedihkan.”Pengkhotbah 6:2 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Allah membuat seseorang kaya raya dan terhormat sampai dia tidak kekurangan apa pun, tetapi Allah tidak mengizinkan dia menikmati kekayaannya itu. Pada akhirnya orang lainlah yang menikmatinya! Kemalangan dan kesia-siaan ini sangat menyedihkan.”Pengkhotbah 6:2 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“A man to whom God hath given riches, wealth, and honour, so that he wanteth nothing for his soul of all that he desireth, yet God giveth him not power to eat thereof, but a stranger eateth it: this is vanity, and it is an evil disease.”Pengkhotbah 6:2 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Pengkhotbah 6:2?
Ayat ini menggambarkan seseorang yang memiliki segalanya secara materi dan kehormatan, tetapi tidak diberi kuasa untuk menikmatinya; orang lain malah menikmatinya. Ini adalah kesia-siaan dan kemalangan yang menyedihkan, menunjukkan bahwa kepuasan sejati tidak datang dari memiliki banyak, tetapi dari kemampuan untuk menikmati dan mengucap syukur atas apa yang ada.
Latar belakang
Ironi Kekayaan Tanpa Kebahagiaan
Ada orang yang Allah beri kekayaan, harta, dan kehormatan melimpah, sehingga ia tidak kekurangan apa pun yang diinginkannya. Namun, Allah tidak memberinya kuasa untuk menikmatinya, malah orang asing yang menikmatinya. Ini adalah kemalangan yang menyedihkan.
Di mana
Yerusalem
Refleksi di istana
Kapan
~950 SM
Zaman Raja Salomo
Yang berbicara
Pengkhotbah
Seorang bijak yang merenungkan hidup, mungkin Salomo
Kepada
Pembaca
Orang-orang yang mencari makna hidup
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
עֹשֶׁר
osher · kekayaan
Kekayaan materi, harta benda, kelimpahan.
אָכַל
akal · menikmati
Makan, tetapi juga berarti menikmati atau menggunakan sesuatu.
נָכְרִי
nokri · orang asing
Orang asing, orang yang bukan bagian dari keluarga atau komunitas.
Kata 'menikmati' berasal dari 'makan' — tanpa kuasa untuk 'memakan' hasil usahanya, kekayaan menjadi sia-sia dan berpindah ke orang asing.
Tahukah kamu
Orang Asing
Dalam budaya Timur Tengah kuno, 'orang asing' bisa berarti orang di luar keluarga atau bahkan penjahat yang mengambil alih harta.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 6:2
Mazmur 39:6
Harta hilang
“Sesungguhnya, manusia hanya berjalan seperti bayangan; hanya dengan sia-sia mereka merisaukan diri: mereka menimbun dan tidak tahu siapa yang akan memakannya.”
Amsal 23:5
Kekayaan fana
“Apa yang matamu lihat akan lenyap; karena dengan tiba-tiba ia membuat sayap dan terbang ke langit seperti rajawali.”
Lukas 12:20
Kekayaan tak dinikmati
“Tetapi Allah berfirman kepadanya, 'Hai engkau bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diminta; dan apa yang telah engkau sediakan, untuk siapakah itu?'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 6:2
✕ Sering dikira
Allah tidak adil karena memberi kekayaan tetapi tidak bisa menikmatinya.
✓ Yang sebenarnya
Pengkhotbah melihat ini sebagai kemalangan di bawah matahari, bukan mempertanyakan keadilan Allah.
✕ Sering dikira
Kekayaan itu jahat pada dirinya sendiri.
✓ Yang sebenarnya
Kekayaan bukan jahat, tetapi tanpa kemampuan menikmatinya menjadi sia-sia.
Renungan
Renungan Singkat Pengkhotbah 6:2
Jangan menunda kebahagiaan sampai kita memiliki lebih banyak. Nikmati apa yang sudah ada sekarang, karena kemampuan menikmati adalah anugerah Tuhan yang harus disyukuri.
Ya Bapa, berikanlah aku kuasa untuk menikmati hidup dan berkat yang sudah ada, agar aku tidak menjadi hamba dari harta yang kumiliki. Amin.