Karunia Allah dalam Kerja Keras
Pengkhotbah 5:19
Menikmati Hidup sebagai Anugerah
PerikopKekayaan Adalah Kesia-siaan · Pengkhotbah 5:8-20 →“(5-18) Kepada setiap manusia yang kepadanya Allah memberikan kekayaan, harta benda, dan kekuasaan untuk menikmatinya, mengambil bagiannya, dan bersukacita dalam kerja kerasnya, hal-hal ini adalah karunia Allah.”Pengkhotbah 5:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“(5-18) Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya--juga itupun karunia Allah.”Pengkhotbah 5:19 · TB
Terjemahan Baru
“(5-18) Jika seorang menerima kekayaan dan harta benda dari Allah, dan ia diizinkan menikmati kekayaan itu, haruslah ia merasa bersyukur dan menikmati segala hasil kerjanya. Itu adalah juga pemberian Allah.”Pengkhotbah 5:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Selain itu, kalau Allah mempercayakan berbagai harta dan ladang untuk kita miliki, dan kalau Dia mengizinkan kita untuk menikmati semuanya, hal itu merupakan berkat besar dari-Nya.”Pengkhotbah 5:19 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Every man also to whom God hath given riches and wealth, and hath given him power to eat thereof, and to take his portion, and to rejoice in his labour; this is the gift of God.”Pengkhotbah 5:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Pengkhotbah 5:19?
Ayat ini menegaskan bahwa kekayaan, harta, dan kemampuan untuk menikmatinya adalah pemberian Allah. Ketika seseorang menerima semua itu sebagai berkat dan bersukacita dalam pekerjaannya, itu adalah karunia dari Tuhan, bukan hasil usaha semata.
Latar belakang
Kekayaan dan kesenangan sebagai pemberian Allah
Pengkhotbah menegaskan bahwa kekayaan dan kemampuan menikmatinya adalah pemberian Allah. Orang yang diberi itu tidak akan dihantui kekhawatiran karena Allah mengisi hatinya dengan sukacita.
Di mana
Yerusalem
Aula istana atau pelataran Bait Allah
Kapan
~950 SM
Masa Kerajaan Israel Bersatu
Yang berbicara
Pengkhotbah
Bijak, jujur, pernah mencoba segala hal.
Kepada
Umat Allah di Israel
Orang biasa yang bergumul dengan kesia-siaan hidup.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
עֹשֶׁר
osher · kekayaan
kekayaan materi dan harta benda
שָׁלַט
shalat · kekuasaan
otoritas atau kemampuan untuk menikmati
מַתָּנָה
mattanah · karunia
pemberian, hadiah
Kekayaan dan kesenangan bukan tujuan, melainkan hadiah dari Allah untuk disyukuri dan dinikmati.
Tahukah kamu
Hidup singkat sebagai pengingat
Frasa 'hari-hari kehidupannya yang sedikit' mengingatkan bahwa orang bijak justru menikmati hidup karena tahu itu sementara.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 5:19
1 Timotius 6:17
Allah sumber nikmat
“mereka yang kaya... jangan berharap pada ketidakpastian kekayaan, tetapi pada Allah yang memberikan segala sesuatu untuk dinikmati”
Kisah Para Rasul 14:17
Allah memberi sukacita
“Ia memberikan hujan dan musim panen, memenuhi hati kita dengan sukacita”
Pengkhotbah 3:12-13
Pemberian Allah
“tidak ada yang lebih baik... daripada berbuat baik dan menikmati hasil jerih payah; itu pemberian Allah”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 5:19
✕ Sering dikira
Menganggap kekayaan selalu bukti berkat Allah
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini bicara tentang anugerah Allah, bukan ukuran kesetiaan
✕ Sering dikira
Mengira ini pembenaran untuk hidup hedonis
✓ Yang sebenarnya
Menikmati sebagai karunia justru melawan keserakahan dan pengejaran hampa
Renungan
Renungan Singkat Pengkhotbah 5:19
Saat kita menikmati hasil kerja kita, ingatlah bahwa semua itu berasal dari Allah. Bersyukurlah dengan berbagi kepada sesama, dan jangan menganggap kesenangan hidup sebagai hal yang salah. Jadikan setiap berkat sebagai alasan untuk memuji Tuhan.
Tuhan, terima kasih atas segala kekayaan dan kebahagiaan yang Engkau berikan; ajari aku untuk menikmatinya dengan penuh syukur dan membaginya dengan sesama. Amin.