Karunia kekayaan
Pengkhotbah 5:18
Menikmati Karunia Allah
PerikopKekayaan Adalah Kesia-siaan · Pengkhotbah 5:8-20 →“(5-17) Lihat, yang aku pandang baik dan yang indah adalah bahwa orang makan, minum, dan memandang kebaikan dari segala kerja kerasnya di bawah matahari selama hari-hari kehidupannya yang sedikit, yang telah Allah berikan sebagai bagiannya.”Pengkhotbah 5:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“(5-17) Lihatlah, yang kuanggap baik dan tepat ialah, kalau orang Pengkhotbah 5.19–6.3 17 makan minum dan bersenang-senang dalam segala usaha yang dilakukan dengan jerih payah di bawah matahari selama hidup yang pendek, yang dikaruniakan Allah kepadanya, sebab itulah bahagiannya.”Pengkhotbah 5:18 · TB
Terjemahan Baru
“(5-17) Maka mengertilah aku bahwa yang paling baik bagi kita ialah makan, minum dan menikmati hasil kerja kita selama hidup pendek yang diberikan Allah kepada kita; itulah nasib kita.”Pengkhotbah 5:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Oleh karena semuanya itu, inilah kesimpulan dan nasihatku: Lebih baik kita menikmati makanan, minuman, pekerjaan serta hasilnya, karena itulah upah yang diberikan Allah kepada kita selama hidup yang sementara di dunia ini.”Pengkhotbah 5:18 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Behold that which I have seen: it is good and comely for one to eat and to drink, and to enjoy the good of all his labour that he taketh under the sun all the days of his life, which God giveth him: for it is his portion.”Pengkhotbah 5:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Pengkhotbah 5:18?
Pengkhotbah 5:18 mengajarkan bahwa ketika Allah memberikan kekayaan, harta, dan kemampuan untuk menikmatinya, itu adalah karunia. Menikmati hasil kerja keras dan berbagi sukacita adalah pemberian dari Allah.
Latar belakang
Karunia Allah
Pengkhotbah menegaskan bahwa kekayaan, harta, dan kemampuan untuk menikmatinya adalah pemberian Allah. Ini termasuk mengambil bagian dan bersukacita dalam kerja keras—semuanya adalah karunia Allah.
Di mana
Yerusalem
Dalam perenungan, mungkin di istana
Kapan
~950 SM
Zaman Kerajaan Bersatu
Yang berbicara
Pengkhotbah
ahli hikmat, mungkin Salomo
Kepada
Jemaat Israel
umat yang bergumul antara mengejar harta dan menikmati hidup
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
עֹשֶׁר
osher · kekayaan
kekayaan, kelimpahan materi
שָׁלַט
shalat · kekuasaan
memiliki kuasa, menguasai
מַתָּנָה
mattanah · karunia
pemberian, hadiah
Kata 'kekayaan', 'kekuasaan', dan 'karunia' membentuk triad: Allah memberi kemakmuran dan kemampuan menikmatinya—dua sisi yang harus datang dari Tuhan. Tanpa kuasa menikmati, kekayaan menjadi sia-sia.
Tahukah kamu
Kata 'karunia'
Dalam bahasa Ibrani, 'karunia' (matanah) juga digunakan untuk hadiah yang diberikan raja kepada bawahannya, menunjukkan kemurahan dari atasan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 5:18
Yakobus 1:17
sumber karunia
“Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna datangnya dari atas, dari Bapa segala terang.”
Pengkhotbah 3:13
pemberian Allah
“Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum, dan menikmati kebaikan dari segala jerih payahnya—itu adalah pemberian Allah.”
1 Timotius 4:4
terima dengan syukur
“Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan patut diterima dengan ucapan syukur.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 5:18
✕ Sering dikira
Mengira bahwa kekayaan itu sendiri adalah tanda berkat Allah dan orang miskin kurang diberkati.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini menekankan bahwa kemampuan menikmati juga karunia; kekayaan tanpa itu adalah sia-sia (lih. ayat 13).
✕ Sering dikira
Menganggap ayat ini sebagai jaminan bahwa semua orang akan kaya jika beriman.
✓ Yang sebenarnya
Ini bukan janji kekayaan bagi semua, tetapi pengakuan bahwa jika seseorang diberi kekayaan dan kuasa menikmati, itu adalah anugerah.
Renungan
Renungan Singkat Pengkhotbah 5:18
Jangan merasa bersalah saat menikmati berkat Tuhan. Namun, ingatlah untuk selalu berbagi dengan orang lain dan tetap rendah hati. Kekayaan adalah alat untuk memuliakan Tuhan, bukan tujuan akhir hidup.
Allah yang baik, terima kasih atas segala karunia-Mu. Ajar kami menggunakan kekayaan dan kemampuan kami untuk menjadi berkat bagi orang lain dan memuliakan nama-Mu. Amin.