Telanjang dan Tanpa Sesuatu

Pengkhotbah 5:14

Kesia-siaan Kekayaan dan Kecukupan

(5-13) Kekayaannya itu lenyap karena pekerjaan yang mencelakakan. Walaupun dia menanggung seorang putra, tidak ada apa pun di tangannya.

Pengkhotbah 5:14 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Pengkhotbah 5:14?

Pengkhotbah 5:14 menggambarkan kerapuhan kekayaan: bisa lenyap karena usaha yang gagal, meninggalkan generasi berikutnya tanpa warisan. Ini mengingatkan kita bahwa harta yang kita kumpulkan tidak selamanya bisa diandalkan.

Latar belakang

Kembali dengan Tangan Kosong

Pengkhotbah mengingatkan bahwa manusia datang ke dunia tanpa membawa apa-apa dan akan pergi juga tanpa membawa apa-apa. Kerja keras yang hanya mengejar hal-hal duniawi tidak dapat dibawa mati.

Di mana

Yerusalem

Kota kerajaan, bayangan istana

Kapan

~950 SM

Zaman Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Nabi Natan menegur Daud
Kerajaan terpecah
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Pengkhotbah

Orang bijak yang mengajar, mungkin Salomo

P

Kepada

Pembaca kitab

Orang yang mencari makna hidup

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

יָצָא

yatsa · keluar

keluar, pergi keluar

עָרוֹם

arom · telanjang

telanjang, tanpa pakaian

שׁוּב

shuv · kembali

kembali, berbalik

Kata-kata ini menegaskan kesementaraan hidup manusia; kita tidak membawa apa pun dari usaha kita, jadi kelekatan pada kekayaan adalah sia-sia.

Tahukah kamu

Kelahiran Telanjang

Di zaman dahulu, bayi lahir dalam keadaan telanjang, dan penguburan pun sering dilakukan tanpa kain kafan, menunjukkan keterbatasan manusia.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 5:14

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 5:14

✕  Sering dikira

Ayat ini mengajarkan bahwa kita tidak boleh bekerja keras atau menabung.

✓  Yang sebenarnya

Ayat ini hanya mengingatkan bahwa jerih payah tidak bersifat kekal, bukan melarang bekerja.

✕  Sering dikira

Fokus utama ayat ini adalah kematian sebagai akhir segalanya.

✓  Yang sebenarnya

Tujuannya adalah menunjukkan kesia-siaan menimbun harta, tetapi hidup masih bermakna dengan takut akan Allah.

Renungan

Renungan Singkat Pengkhotbah 5:14

Saat kita bekerja keras, ingatlah bahwa hasilnya tidak sepenuhnya dalam kendali kita. Jangan terlalu terpaku pada akumulasi harta; sebaliknya, fokus pada hal-hal yang tidak bisa hilang, seperti hubungan dengan Tuhan dan sesama.

Ya Allah, kuatkan iman kami agar tidak goyah saat kehilangan harta, dan ajar kami mencari kekayaan rohani yang kekal. Amin.