Bekerja untuk Angin

Pengkhotbah 5:15

Kesia-siaan Kekayaan dan Kecukupan

(5-14) Sebagaimana dia keluar telanjang dari kandungan ibunya, dia pun kembali seperti ketika dia datang. Dia tidak membawa apa pun dari kerja kerasnya yang dapat dia bawa di tangannya.

Pengkhotbah 5:15 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Pengkhotbah 5:15?

Pengkhotbah 5:15 menekankan bahwa manusia hidup telanjang dan mati juga telanjang, tidak membawa apa-apa ke dunia ini maupun ketika keluar. Semua kerja keras kita di dunia ini tidak ada artinya jika hanya mengejar hal-hal duniawi.

Latar belakang

Sia-sia Mengejar Angin

Pengkhotbah membandingkan usaha keras untuk mengumpulkan harta dengan mengejar angin: hasilnya tidak bisa dipegang. Ia menyebut semua kerja keras dan hidup yang penuh kegelisahan sebagai kesia-siaan.

Di mana

Yerusalem

Kota kerajaan, bayangan istana

Kapan

~950 SM

Zaman Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Salomo mencapai puncak kemakmuran
Kerajaan terpecah
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Pengkhotbah

Orang bijak yang mengajar, mungkin Salomo

P

Kepada

Pembaca kitab

Orang yang mencari makna hidup

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

עָמַל

amal · mengerjakan

bekerja keras, berjerih lelah

רוּחַ

ruach · angin

angin, roh, nafas

הֶבֶל

hevel · sia-sia

kesia-siaan, uap

Ketiga kata ini menggambarkan bahwa usaha keras tanpa tujuan ilahi seperti mencengkeram uap—tidak ada substansi yang bertahan.

Tahukah kamu

Frasa Mengejar Angin

Frasa ini muncul beberapa kali dalam Kitab Pengkhotbah, khas dari pengajarannya tentang ketidakbermaknaan hidup tanpa Allah.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 5:15

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 5:15

✕  Sering dikira

Ayat ini mengajarkan bahwa bekerja adalah sia-sia, jadi kita tidak perlu bekerja.

✓  Yang sebenarnya

Ayat ini memperingatkan bahwa bekerja untuk kekayaan semata adalah sia-sia, tetapi bekerja dengan hormat kepada Allah tetap berarti.

✕  Sering dikira

Kata 'angin' menunjukkan bahwa semua kerja keras kita tidak ada artinya sama sekali.

✓  Yang sebenarnya

Sia-sia di sini berarti tidak bertahan lama, bukan tidak ada nilai sama sekali; Pengkhotbah tetap memuji menikmati hasil kerja sebagai karunia Allah.

Renungan

Renungan Singkat Pengkhotbah 5:15

Cobalah untuk lebih sering merenungkan singkatnya hidup di dunia. Hargai setiap momen dan orang yang kita kasihi, karena pada akhirnya, kita tidak akan membawa harta apa pun. Tanamkan nilai-nilai kekal dalam hidup kita.

Tuhan, ingatkan kami bahwa hidup ini sementara, dan bimbing kami untuk menggunakan waktu kami untuk hal-hal yang berarti bagi-Mu. Amin.