Orang Bodoh Melipat Tangan

Pengkhotbah 4:5

Kesia-siaan Kerja dan Manfaat Kebersamaan

Orang bodoh melipat tangannya, dan melahap dagingnya sendiri.

Pengkhotbah 4:5 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Pengkhotbah 4:5?

Pengkhotbah membandingkan orang bodoh yang hanya berdiam diri sehingga merugikan diri sendiri, dengan orang yang terlalu sibuk (ayat 4). Keduanya ekstrem, tetapi di ayat ini ditekankan bahwa kemalasan bukanlah jalan keluar dari kesia-siaan. Orang bodoh itu melahap dirinya sendiri karena kelambanannya.

Latar belakang

Bahaya Kemalasan

Pengkhotbah mengkontraskan kerja keras yang sia-sia dengan kemalasan orang bodoh yang 'melipat tangan' dan menghabiskan dirinya sendiri. Ini menunjukkan kebodohan ekstrem: terlalu malas untuk bekerja, akhirnya merugikan diri sendiri.

Di mana

Yerusalem

Tempat penulisan, kemungkinan istana

Kapan

~950 SM

Zaman Salomo

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kemakmuran Israel
Perpecahan kerajaan
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Pengkhotbah

Bijak, mungkin Salomo, merenung kehidupan

P

Kepada

Pembaca/Umum

Setiap orang yang mencari makna

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

כְּסִיל

kesil · bodoh

orang bodoh, bebal, yang menolak nasihat

חָבַק

khavak · melipat

memeluk, melipat tangan, bermalas-malasan

אָכַל

akal · melahap

memakan, menghabiskan, mengkonsumsi

Kata 'melipat tangan' adalah idiom untuk kemalasan, dan 'melahap daging sendiri' menunjukkan akibat buruknya: orang bodoh menghancurkan dirinya sendiri.

Tahukah kamu

Makna 'melahap dagingnya sendiri'

Frasa ini bisa berarti orang bodoh itu menghabiskan kekayaannya sendiri atau bahkan menyakiti dirinya, karena kemalasan membawa kehancuran.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 4:5

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 4:5

✕  Sering dikira

Menganggap ayat ini mendukung asketisme atau tidak bekerja sama sekali.

✓  Yang sebenarnya

Ayat ini justru mengecam kemalasan, bukan memujinya.

✕  Sering dikira

Mengira orang bodoh hanya tidak produktif, tapi tidak merugikan diri.

✓  Yang sebenarnya

Frasa 'melahap dagingnya sendiri' menunjukkan dia menghancurkan dirinya.

Renungan

Renungan Singkat Pengkhotbah 4:5

Keseimbangan itu penting: bekerja tanpa henti dan malas total sama-sama tidak sehat. Luangkan waktu untuk beristirahat dan juga untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab, supaya hidupmu berbuah bagi sesama.

Tuhan, berikan aku hikmat untuk menjaga keseimbangan antara bekerja dan beristirahat, supaya aku tidak menjadi bodoh karena kemalasan, Amin.