Waktu untuk diam, waktu untuk berbicara

Pengkhotbah 3:7

Segala Sesuatu Indah pada Waktunya

Ada waktu untuk merobek, dan ada waktu untuk menjahit. Ada waktu untuk diam, dan ada waktu untuk berbicara.

Pengkhotbah 3:7 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Pengkhotbah 3:7?

Ayat ini menggambarkan bahwa ada waktu untuk merobek dan menjahit, serta waktu untuk diam dan berbicara. Ini adalah bagian dari daftar kegiatan yang punya musimnya masing-masing, mengajarkan bahwa hidup punya ritme dan kita perlu bijak memilih kapan harus bertindak atau berdiam.

Latar belakang

Kontras Aktivitas Manusia

Pengkhotbah sedang mendaftar berbagai aktivitas yang punya waktu tepat. Ayat 7-8 melanjutkan daftar itu, menunjukkan bahwa ada waktu untuk hal yang tampak bertentangan. Pertanyaan di ayat 9 menantang nilai kerja keras semata.

Di mana

Yerusalem

Di istana, merenung

Kapan

~950 SM

Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Dedikasi Bait Suci
Pembagian kerajaan
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Pengkhotbah

Bijak, mungkin Salomo, merenung

P

Kepada

Pembaca

Mencari makna hidup

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

קָרַע

qara' · merobek

merobek, mengoyak, misalnya pakaian sebagai tanda duka

תָּפַר

tapar · menjahit

menjahit, menyatukan kembali yang robek

דָּבַר

dabar · berbicara

berbicara, menyampaikan kata-kata

Ketiga kata ini menunjukkan bahwa hidup punya musim untuk hal yang tampak berlawanan—merobek dan menjahit, diam dan berbicara. Kita perlu hikmat untuk tahu kapan masing-masing tepat.

Tahukah kamu

Frasa Ibrani

Frasa 'waktu untuk diam' dan 'waktu untuk berbicara' dalam bahasa Ibrani bisa merujuk pada kebijaksanaan dalam tutur kata (Amsal 25:11).

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 3:7

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 3:7

✕  Sering dikira

Menganggap ayat 7 berarti kita harus diam sepanjang waktu atau berbicara terus-menerus sesuai situasi.

✓  Yang sebenarnya

Ayat ini menekankan keseimbangan: ada saat yang tepat untuk keduanya, bukan berarti selalu diam atau selalu bicara.

✕  Sering dikira

Mengartikan 'merobek' sebagai tindakan merusak secara umum.

✓  Yang sebenarnya

Dalam konteks, merobek pakaian adalah tanda duka atau pertobatan, dan menjahit adalah memulihkan.

Renungan

Renungan Singkat Pengkhotbah 3:7

Dalam percakapan sehari-hari, kita seringkali tergesa-gesa berbicara atau bertindak. Renungkan momen-momen di mana diam justru lebih bijaksana, dan saat di mana kita perlu berani berbicara untuk kebenaran atau keadilan.

Tuhan, berikan aku hikmat untuk tahu kapan harus diam dan kapan harus berbicara, agar setiap kata dan tindakanku sesuai dengan kehendak-Mu. Amin.