Badam berbunga, nafsu lenyap
Pengkhotbah 12:5
Nasihat di Masa Muda
“ketika seseorang takut pada ketinggian, dan kengerian ada di jalan; ketika pohon badam berbunga, belalang menyeret dirinya, dan nafsu menjadi lenyap. Sebab, manusia akan pergi ke rumah mereka yang kekal, dan orang-orang berkabung akan mengelilingi jalanan.”Pengkhotbah 12:5 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“juga orang menjadi takut tinggi, dan ketakutan ada di jalan, pohon badam berbunga, belalang menyeret dirinya dengan susah payah dan nafsu makan tak dapat dibangkitkan lagi--karena manusia pergi ke rumahnya yang kekal dan peratap-peratap berkeliaran di jalan,”Pengkhotbah 12:5 · TB
Terjemahan Baru
“Engkau takut mendaki tempat yang tinggi dan harus berjalan dengan hati-hati. Rambutmu beruban dan kakimu kauseret waktu berjalan. Maka hilanglah segala hasrat dan keinginan. Kita menuju ke tempat tinggal kita yang penghabisan, orang-orang berkabung dan meratap di sepanjang jalan.”Pengkhotbah 12:5 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Pada waktu kamu tua, kamu akan takut naik tanggaataupun berjalan di tempat yang rata. Rambutmu akan menjadi putih seperti salju. Seperti belalang tua yang tidak bisa melompat lagi, demikianlah kamu pada masa tuamu nanti. Pada waktu itu obat untuk membangkitkan hasrat berahi pun tidak ampuh lagi. Akhirnya kamu meninggal dan pergi ke tempatmu yang kekal, dan teman-teman di kotamu akan meratap.”Pengkhotbah 12:5 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Also when they shall be afraid of that which is high, and fears shall be in the way, and the almond tree shall flourish, and the grasshopper shall be a burden, and desire shall fail: because man goeth to his long home, and the mourners go about the streets:”Pengkhotbah 12:5 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Pengkhotbah 12:5?
Ayat ini menggambarkan ketakutan dan kelemahan di usia tua: takut pada ketinggian, kengerian di jalan, pohon badam berbunga (rambut putih), belalang menyeret (jalan lambat), dan nafsu lenyap. Semua ini menunjuk pada kematian yang semakin dekat, saat manusia pergi ke rumah kekalnya.
Latar belakang
Ketakutan dan akhir hidup
Ayat ini menggambarkan ketakutan di usia tua: takut ketinggian, takut jalanan, pohon badam mekar (rambut putih), belalang menyeret kaki (susah berjalan), dan nafsu makan hilang. Ini adalah metafora yang jelas tentang penuaan dan mendekati kematian.
Di mana
Yerusalem
Di rumah, tengah malam
Kapan
~950 SM
Puisi hikmat
Yang berbicara
Pengkhotbah
Rabi tua dan bijak, ~50 tahun
Kepada
Anak muda
Pembaca muda yang diajak merenung
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
יָרֵא
yare' · takut
Merasa takut atau cemas akan bahaya.
יָנֵאץ הַשָּׁקֵד
yane'atz hashaqed · pohon badam berbunga
Pohon badam yang berbunga putih, simbol rambut putih.
תַּפְנוּקָה
tafnukah · nafsu
Selera atau keinginan, khususnya nafsu makan.
Kata-kata ini menangkap ketakutan, perubahan fisik, dan hilangnya keinginan, menunjukkan bahwa usia tua membawa kelemahan menyeluruh, baik fisik maupun emosional.
Tahukah kamu
Pohon badam berbunga
Di Israel, pohon badam mekar dengan bunga putih pada akhir musim dingin, sehingga sering dikaitkan dengan rambut putih di usia tua. Ini adalah gambaran yang sangat visual dan lokal.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 12:5
Kejadian 27:1
Penurunan fisik
“Ketika Ishak sudah tua, matanya kabur, sehingga ia tidak dapat melihat.”
Mazmur 71:9
Kekuatan berkurang
“Janganlah membuang aku pada masa tuaku; janganlah meninggalkan aku apabila kekuatanku habis.”
Pengkhotbah 12:7
Akhir hidup
“dan debu kembali ke tanah seperti semula, dan roh kembali kepada Allah.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 12:5
✕ Sering dikira
Nafsu yang lenyap selalu berarti hasrat seksual.
✓ Yang sebenarnya
Konteks menunjukkan nafsu makan atau keinginan secara umum, bukan spesifik seksual.
✕ Sering dikira
Ketakutan di jalan adalah fobia psikologis.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah gambaran kelemahan fisik yang menyebabkan ketakutan, bukan gangguan mental.
Renungan
Renungan Singkat Pengkhotbah 12:5
Kematian adalah kepastian bagi semua orang. Menghadapi kenyataan ini dengan jujur membuat kita lebih bijaksana dalam menjalani hidup. Jangan takut mati, tetapi takutlah akan Tuhan dan hiduplah dengan tujuan, karena kematian adalah pintu menuju kekekalan bersama-Nya.
Ya Tuhan, ajari aku menghitung hari-hariku, supaya aku beroleh hati yang bijaksana dan hidup dengan penuh tujuan. Amin.