Rantai putus, tempayan hancur
Pengkhotbah 12:6
Nasihat di Masa Muda
PerikopKematian · Pengkhotbah 12:6-8 →“Sebelum rantai perak putus, atau cawan emas pecah, atau tempayan di dekat mata air hancur, atau roda di atas sumur rusak,”Pengkhotbah 12:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“sebelum rantai perak diputuskan dan pelita emas dipecahkan, sebelum tempayan dihancurkan dekat mata air dan roda timba dirusakkan di atas sumur,”Pengkhotbah 12:6 · TB
Terjemahan Baru
“Rantai perak akan putus dan terpisah-pisah; lampu emas jatuh dan pecah; tali timba putus dan rusak; kendi hancur dan terserak-serak.”Pengkhotbah 12:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Ingatlah pada Penciptamu sebelum hidupmu berakhir—bagaikan tali kalung perak halus yang patah, atau mangkuk emas yang diremukkan. Selesailah segala kegiatan hidupmu—bagaikan pompa air sumur yang rusak total. Tubuhmu hancur—seperti bejana tanah liat yang diremukkan.”Pengkhotbah 12:6 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Or ever the silver cord be loosed, or the golden bowl be broken, or the pitcher be broken at the fountain, or the wheel broken at the cistern.”Pengkhotbah 12:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Pengkhotbah 12:6?
Ayat ini memperingatkan untuk mengingat Tuhan sebelum kehidupan berakhir, dilambangkan dengan rantai perak putus, cawan emas pecah, tempayan hancur, dan roda rusak. Ini menekankan kefanaan hidup dan bahwa kesempatan untuk bertobat dan beribadah tidak berlangsung selamanya.
Latar belakang
Kematian yang tak terelakkan
Ayat ini menggunakan metafora benda-benda yang rusak: rantai perak putus, cawan emas pecah, tempayan hancur, dan roda sumur rusak. Semua menggambarkan kematian yang datang, ketika tubuh dan kehidupan berakhir, dan roh kembali kepada Allah.
Di mana
Yerusalem
Di rumah, tengah malam
Kapan
~950 SM
Puisi hikmat
Yang berbicara
Pengkhotbah
Rabi tua dan bijak, ~50 tahun
Kepada
Anak muda
Pembaca muda yang diajak merenung
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
יִנָּתֵק
yinnateq · putus
Terputus atau terlepas, menggambarkan akhir.
גֻּלַּת הַזָּהָב
gullat hazzahav · cawan emas
Mangkuk atau cawan dari emas, simbol kemewahan yang rapuh.
תִּשָּׁבֵר
tishshaver · rusak
Pecah atau hancur, menunjukkan kehancuran total.
Kata-kata ini menekankan kerusakan dan kehancuran: tali putus, cawan pecah, tempayan rusak. Ini adalah gambaran yang jelas tentang bagaimana kematian menghancurkan kehidupan manusia.
Tahukah kamu
Rantai perak dan cawan emas
Beberapa penafsir melihat rantai perak sebagai tulang belakang dan cawan emas sebagai otak atau tengkorak, tetapi yang lain melihatnya sebagai lampu dan wadah yang biasa digunakan. Gambaran ini kuat, tapi interpretasi pastinya tidak pasti.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 12:6
Ayub 34:15
Manusia kembali debu
“semua yang hidup akan binasa, dan manusia akan kembali menjadi debu.”
Mazmur 103:15-16
Hidup singkat
“Adapun manusia, seperti rumput... angin bertiup, maka tidak ada lagi.”
Pengkhotbah 12:7
Akhir hidup
“dan debu kembali ke tanah seperti semula, dan roh kembali kepada Allah.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 12:6
✕ Sering dikira
Ayat ini berbicara tentang harta benda yang akan hilang.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah metafora untuk tubuh dan kehidupan manusia yang berakhir.
✕ Sering dikira
Semua benda ini adalah unsur penting yang harus dijaga agar hidup.
✓ Yang sebenarnya
Mereka lebih merupakan gambaran betapa rapuhnya hidup, bukan ajaran tentang memelihara kesehatan.
Renungan
Renungan Singkat Pengkhotbah 12:6
Hidup ini rapuh dan bisa berakhir kapan saja. Jangan menunda keputusan untuk mengikuti Tuhan. Ambillah langkah nyata hari ini untuk memperbaiki hubungan dengan-Nya dan dengan sesama, sebelum terlambat. Setiap hari adalah anugerah, gunakanlah dengan baik.
Tuhan, ingatkan aku akan kefanaan hidup ini, dan tolong aku untuk tidak menunda-nunda dalam hal yang paling penting: mengenal dan melayani-Mu. Amin.