Ketika Ishak sudah tua dan matanya rabun sehingga tidak dapat melihat, dia memanggil Esau anaknya dan berkata: Anakku!

Kejadian 27:1

Yakub Menipu Ishak

Ketika Ishak sudah tua dan matanya menjadi rabun sehingga dia tidak dapat melihat dengan jelas, dia memanggil Esau, anak sulungnya, dan berkata, “Anakku!” Esau menjawab, “Ya, Ayah.”

Kejadian 27:1 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kejadian 27:1?

Ishak yang sudah tua dan matanya rabun memanggil Esau, anak sulungnya, untuk memberi berkat terakhir sebelum mati. Ayat ini menunjukkan kelemahan fisik Ishak dan pentingnya berkat ayah dalam tradisi Israel.

Latar belakang

Vatikhehna einav mire'ot: dan matanya menjadi redup dari melihat — kondisi yang mengatur panggung drama berkat

'Vayyehi ki zaqen Yitzchaq vatikhehna einav mire'ot vayyiqra et Esav beno hagadol vayyomer elav beni vayyomer elav hineni' — dan terjadilah ketika Ishak sudah tua dan matanya menjadi redup/buram dari melihat, dia memanggil Esau anaknya yang besar dan berkata kepadanya: anakku! dan Esau berkata kepadanya: Aku di sini. Dua detail pembuka yang penting: (1) usia tua Ishak yang mendesak; (2) mata yang 'kahah' (redup/buram) — detail fisik yang akan menjadi faktor kunci dalam penipuan yang akan terjadi (27:22-23).

Di mana

Bersyeba atau Hebron, rumah Ishak

Ruang pribadi Ishak yang tua — momen yang akan mengubah arah seluruh narasi keluarga

Kapan

Sekitar 1760 SM — beberapa puluh tahun setelah seri peristiwa di pasal 26

Ishak merasa hidupnya hampir berakhir — saat yang mendesak untuk memberikan berkat

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Esau menikah dengan dua perempuan Het yang mendukakan hati Ishak dan Ribka (26:34-35)
Ishak meminta Esau berburu dan menyiapkan makanan lezat agar bisa memberkatinya (27:2-4)
Kamu di sini
I

Yang berbicara

Ishak dan Esau

Ishak yang sudah tua dan rabun memanggil; Esau yang menjawab dengan 'hineni' — Aku di sini

P

Kepada

Pembaca narasi

Yang mulai merasakan ketegangan: bapa yang tidak bisa melihat akan segera membuat keputusan berkat yang sangat penting

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

וַתִּכְהֶינָה עֵינָיו מֵרְאֹת

vatikhehna einav mire'ot · matanya menjadi rabun

Dan matanya menjadi redup/buram dari melihat — vatikhehna (dari kahah = redup, buram, memudar; qal konsekutif imperfek feminin jamak = dan mereka menjadi redup; feminin karena einav = matanya adalah feminin dalam Ibrani; 'kahah' menggambarkan cahaya yang memudar — bukan buta total tapi penglihatan yang sangat menurun); einav (matanya; dari ayin = mata + sufiks = matanya; dua mata Ishak yang keduanya terkena); mire'ot (dari ra'ah = melihat; infinitif konstruktus = dari melihat = sehingga tidak bisa melihat).

בְּנוֹ הַגָּדוֹל

beno hagadol · anaknya yang sulung

Anaknya yang besar/sulung — beno (anaknya; dari ben = anak + sufiks = anaknya = Esau); hagadol (yang besar; dari gadal = besar; dengan artikel = yang besar = yang lebih tua, yang sulung; dalam konteks keluarga 'hagadol' = yang lebih tua/sulung vs 'haqatan' = yang lebih muda/bungsu; Ishak memanggil Esau sebagai 'beno hagadol' = anaknya yang sulung — menekankan status yang Ishak kenali dan hormati sebagai dasar memberikan berkat).

הִנֵּנִי

hineni · Aku di sini

Aku di sini, Ini aku — hineni (dari hinneh = lihatlah, ini + sufiks pertama = ini aku, aku di sini; ekspresi kehadiran dan kesiapan yang lengkap; 'hineni' mengandung tiga nuansa: aku hadir, aku siap, aku mendengar dan siap melayani; kata yang sama yang Abraham ucapkan kepada Allah (22:1), kepada malaikat (22:11), kepada Ishak (22:7), dan yang Yakub akan ucapkan kepada Allah (46:2); setiap 'hineni' menandai momen yang akan mengubah arah sejarah).

Vayyehi ki zaqen Yitzchaq vatikhehna einav mire'ot vayyiqra et Esav beno hagadol vayyomer elav beni vayyomer hineni (dan terjadilah ketika Ishak sudah tua dan matanya redup dari melihat dia memanggil Esau anaknya yang sulung dan berkata anakku dan Esau berkata hineni). Vatikhehna einav mire'ot — detail fisik yang akan menjadi kunci drama; Ishak yang tidak bisa melihat akan tertipu. Hineni — Esau hadir dan siap; tapi kehadiran fisik tidak menjamin penerimaan berkat.

Tahukah kamu

'Hineni': jawaban Abraham kepada Allah di Moria kini diucapkan Esau kepada ayahnya — pada momen yang sangat berbeda

'Hineni' (Aku di sini, Ini aku) adalah kata yang berulang dalam momen-momen kritis Alkitab: Abraham menjawab 'hineni' ketika Allah memanggilnya sebelum perintah mengorbankan Ishak (22:1), Yakub menjawab 'hineni' ketika Allah memanggilnya sebelum turun ke Mesir (46:2). Di sini Esau menjawab 'hineni' kepada Ishak — tapi konteksnya akan berubah total: Esau yang hadir dan siap justru tidak akan menerima berkat yang dimaksudkan untuknya. Kehadiran fisik ('hineni') tidak menjamin penerimaan berkat.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 27:1

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kejadian 27:1

✕  Sering dikira

"Mata Ishak yang rabun berarti dia tidak punya kemampuan untuk membedakan mana pewaris perjanjian yang sah — jadi penipuan Yakub bisa dimaklumi."

✓  Yang sebenarnya

Kerabunan Ishak memang menjadi faktor yang memungkinkan penipuan, tapi narasi tidak menggunakannya untuk membenarkan penipuan Yakub. Bahkan meski Ishak tidak bisa melihat secara fisik, dia sempat curiga ('suaranya suara Yakub, 27:22') — artinya ada sarana lain untuk membedakan. Penipuan Yakub tetap dicatat sebagai penipuan, dengan konsekuensi jangka panjang berupa pengasingan.

✕  Sering dikira

"Bahwa Ishak memanggil Esau bukan Yakub menunjukkan bahwa Ishak tidak tahu tentang nubuat 'yang besar akan melayani yang kecil' (25:23) dan tidak menghormatinya."

✓  Yang sebenarnya

Kita tidak tahu persis apa yang Ishak ketahui tentang nubuat 25:23. Yang jelas Ishak memiliki preferensi kepada Esau ('Ishak mengasihi Esau', 25:28) dan bertindak berdasarkan preferensi itu. Apakah Ribka memberitahunya nubuat itu atau tidak, narasi tidak menjelaskan. Tindakan Ishak bisa jadi mencerminkan ketidaktahuan, atau ketidakpatuhan yang sadar, atau keduanya.

Renungan

Renungan Singkat Kejadian 27:1

Mungkin kita pernah merasa lemah atau terbatas, tetapi kasih orang tua tetap bisa menjadi saluran berkat. Jangan menunda untuk menyatakan kasih dan berkat kepada orang yang kita kasihi selagi masih ada kesempatan.

Tuhan, mampukan kami untuk selalu menghargai dan memberkati orang tua kami selama mereka masih bersama kami, Amin.