Pengkhotbah 12:4
“ketika pintu-pintu di jalan ditutup, dan bunyi penggilingan melemah; ketika seseorang terbangun oleh suara burung, dan semua anak perempuan yang menyanyi menunduk;”Pengkhotbah 12:4 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“dan pintu-pintu di tepi jalan tertutup, dan bunyi penggilingan menjadi lemah, dan suara menjadi seperti kicauan burung, dan semua penyanyi perempuan tunduk,”Pengkhotbah 12:4 · TB
Terjemahan Baru
“Keramaian di jalan sampai di telingamu dengan samar-samar. Bunyi musik dan penggilingan hampir-hampir tidak terdengar. Engkau tak dapat tidur terlena. Kicauan burung pun membuat engkau terjaga.”Pengkhotbah 12:4 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Waktu masih muda, kamu dapat membedakan bunyi-bunyian di luar pintu rumahmu, bunyi pembantu yang menggiling gandum, dan suara-suara burung. Tetapi sesudah tua, telingamu tidak bisa membedakan bunyi lagi, dan sebelum burung kecil mulai berkicau di waktu fajar, kamu sudah terbangun.”Pengkhotbah 12:4 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the doors shall be shut in the streets, when the sound of the grinding is low, and he shall rise up at the voice of the bird, and all the daughters of musick shall be brought low;”Pengkhotbah 12:4 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Pengkhotbah 12:4?
Ayat ini melanjutkan metafora penuaan: pintu-pintu di jalan (telinga?) ditutup, bunyi penggilingan melemah, orang terbangun oleh suara burung, dan para penyanyi (suara) menunduk. Ini menggambarkan penurunan pendengaran, sulit tidur, dan hilangnya suara yang nyaring—tanda-tanda usia lanjut.
Renungan
Renungan Singkat Pengkhotbah 12:4
Usia tua membawa keterbatasan yang nyata. Namun, di tengah keterbatasan itu, kita dapat menemukan kedamaian dan ketenangan. Gunakan masa tua untuk merenung, berdoa, dan berbagi hikmat dengan generasi muda, karena pengalaman hidupmu sangat berharga.
Bapa, berikan aku ketenangan dan kebijaksanaan di masa tuaku, untuk menerima keterbatasan fisik dengan rendah hati. Amin.