Atap roboh karena malas

Pengkhotbah 10:18

Kebijaksanaan dalam Pemerintahan

Melalui kemalasan, atap menjadi roboh, dan melalui tangan yang menganggur, rumah menjadi bocor.

Pengkhotbah 10:18 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Pengkhotbah 10:18?

Kemalasan menyebabkan kerusakan, seperti atap yang roboh dan rumah yang bocor. Ini menunjukkan bahwa kelalaian dan kemalasan membawa kehancuran.

Latar belakang

Kemalasan membawa kehancuran

Pengkhotbah memakai gambaran rumah yang atapnya roboh karena tidak dirawat. Kemalasan membuat kerusakan kecil menjadi besar, seperti kebobrokan dalam pemerintahan.

Di mana

Yerusalem

Lingkungan rumah, mengamati rumah yang bocor

Kapan

~950 SM

Kerajaan Israel

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Salomo menjadi raja
Kerajaan terpecah
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Pengkhotbah

Bijak, jeli, sedikit sinis

P

Kepada

Pembaca umum

Orang yang mencari makna

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

עַצְלַת

'atslat · kemalasan

kemalasan atau kelambanan

יִמַּךְ

yimmakh · roboh

merosot, runtuh, atau menjadi rendah

יִדְלֹף

yidloF · bocor

menetes atau bocor

Kata-kata ini menunjukkan bahwa kemalasan mengakibatkan kehancuran yang nyata—runtuh dan bocor. Ini metafora untuk kehidupan yang tidak dijaga.

Tahukah kamu

Atap rumah di Israel kuno

Atap terbuat dari tanah liat dan jerami yang perlu dirawat rutin. Jika dibiarkan, hujan bisa membuatnya roboh.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 10:18

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 10:18

✕  Sering dikira

Ini hanya tentang perbaikan rumah fisik.

✓  Yang sebenarnya

Ini perumpamaan tentang tanggung jawab: kemalasan bisa merusak keluarga, pekerjaan, atau bangsa.

✕  Sering dikira

Kemalasan hanya berdampak pada diri sendiri.

✓  Yang sebenarnya

Ayat ini menunjukkan dampak sosial: pemimpin malas menyebabkan keruntuhan bangsa.

Renungan

Renungan Singkat Pengkhotbah 10:18

Kemalasan seringkali tidak langsung terlihat, tetapi akibatnya bisa merusak hidup kita. Jangan menunda pekerjaan; rawatlah apa yang telah dipercayakan kepadamu dengan rajin.

Tuhan, jauhkanlah aku dari kemalasan, dan berikanlah semangat untuk mengerjakan segala sesuatu dengan tekun. Amin.