Raja muda di meja pesta pagi

Pengkhotbah 10:16

Kebijaksanaan dalam Pemerintahan

Celakalah kamu, hai negeri, jika rajamu seperti kanak-kanak, dan para pemimpinmu berpesta pada pagi hari.

Pengkhotbah 10:16 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Pengkhotbah 10:16?

Celaka bagi negeri yang rajanya seperti anak-anak, yaitu tidak dewasa, dan para pemimpinnya berpesta di pagi hari. Ini menunjukkan kepemimpinan yang tidak bertanggung jawab.

Latar belakang

Kecelakaan negeri yang dipimpin anak-anak

Pengkhotbah meratapi negeri yang rajanya belum matang dan pemimpinnya berpesta sejak pagi. Ini gambaran pemerintahan yang tidak bertanggung jawab, yang membawa kehancuran.

Di mana

Yerusalem

Di istana, menyaksikan pesta pagi

Kapan

~950 SM

Kerajaan Israel

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Salomo menjadi raja
Kerajaan terpecah
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Pengkhotbah

Bijak, jeli, sedikit sinis

P

Kepada

Pembaca umum

Orang yang mencari makna

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אוֹי

oy · celakalah

seruan kesedihan atau peringatan akan bencana

נַעַר

na'ar · kanak-kanak

anak laki-laki atau pemuda yang belum dewasa

אָכַל

'akhal · berpesta

makan atau berpesta secara berlebihan

Kata-kata ini menekankan bahwa kepemimpinan tanpa kedewasaan dan disiplin adalah bencana; pesta pagi menunjukkan prioritas yang salah.

Tahukah kamu

Raja kanak-kanak?

Sebagian penafsir menghubungkan ayat ini dengan Rehabeam, anak Salomo, yang naik takhta muda dan bertindak bodoh. Namun, konteksnya bisa umum.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 10:16

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 10:16

✕  Sering dikira

Ayat ini berarti pemimpin muda selalu buruk.

✓  Yang sebenarnya

Yang dimaksud adalah kematangan dan perilaku, bukan usia semata.

✕  Sering dikira

Pesta pagi hari selalu salah.

✓  Yang sebenarnya

Konteksnya adalah pesta yang berlebihan untuk mabuk, bukan sekadar makan pagi.

Renungan

Renungan Singkat Pengkhotbah 10:16

Pemimpin yang baik harus dewasa dan bertanggung jawab. Dalam peran kita, baik di keluarga, pekerjaan, atau masyarakat, marilah kita menjalankan tanggung jawab dengan serius, bukan untuk bersenang-senang.

Tuhan, jadikanlah aku pemimpin yang bijak dan bertanggung jawab dalam segala yang Kau percayakan. Amin.