Orang bodoh bicara terus tanpa kepastian masa depan

Pengkhotbah 10:14

Hikmat Sangat Berharga Di Tengah Kebodohan

PerikopAkibat dari Kebodohan · Pengkhotbah 10:1-20 →
“Orang bodoh terus-menerus berbicara. Tidak seorang pun tahu apa yang akan terjadi. Siapa yang dapat memberitahukan apa yang akan terjadi sesudah dia?”

Pengkhotbah 10:14 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Pengkhotbah 10:14?

Orang bodoh banyak bicara tanpa henti, padahal tidak ada yang tahu masa depan. Ini menekankan kesia-siaan bicara berlebihan, terutama tentang hal-hal yang tidak pasti.

Latar belakang

Bicara kosong tentang masa depan

Orang bodoh bicara seolah tahu segalanya, padahal tidak ada yang tahu masa depan. Ini teguran agar kita rendah hati.

Di mana

Yerusalem

ungkapan umum, mungkin di tulis di istana

Kapan

~935 SM

Zaman Kerajaan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Puncak kemakmuran Salomo
Perpecahan kerajaan
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Pengkhotbah

bijaksana, mungkin Salomo, tua dan reflektif

P

Kepada

Pembaca umum

siapa saja yang mencari makna hidup

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

יַרְבֶּה

yarbeh · terus-menerus

memperbanyak, menambah banyak

יַגִּיד

yaggid · memberitahukan

memberitahukan, menyatakan, menceritakan

אַחֲרָיו

acharav · sesudah

setelah dia, di belakangnya

Orang bodoh 'memperbanyak' kata-kata dan 'menyatakan' seolah tahu apa yang 'sesudah' dia — padahal masa depan itu misteri.

Tahukah kamu

Tidak ada yang tahu masa depan

Frasa 'apa yang akan terjadi' muncul berkali-kali dalam Pengkhotbah, mengingatkan kita bahwa kendali bukan di tangan kita.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 10:14

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 10:14

✕  Sering dikira

Dianggap bahwa kita tidak boleh merencanakan masa depan sama sekali.

✓  Yang sebenarnya

Ayat ini mengecam bicara kosong yang sombong, bukan perencanaan yang bijak.

✕  Sering dikira

Mengira bahwa orang bodoh adalah mereka yang berbicara panjang.

✓  Yang sebenarnya

Yang ditekankan adalah bicara tanpa dasar dan tanpa pengakuan akan keterbatasan.

Renungan

Renungan Singkat Pengkhotbah 10:14

Kita sering merasa perlu mengisi setiap kesunyian dengan kata-kata. Padahal, kerendahan hati untuk mengakui bahwa kita tidak tahu masa depan dapat membuat kita lebih bijak dalam berbicara.

Ya Tuhan, ajari aku untuk diam ketika tidak ada yang berguna untuk dikatakan, dan percaya pada-Mu yang memegang masa depan. Amin.