Jeritan Kesia-siaan

Pengkhotbah 1:2

Semua adalah Sia-sia

PerikopSegala Sesuatu Adalah Kesia-siaan · Pengkhotbah 1:1-11 →
““Kesia-siaan atas segala kesia-siaan,” kata Pengkhotbah, “Kesia-siaan atas segala kesia-siaan! Semuanya adalah kesia-siaan.””

Pengkhotbah 1:2 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Pengkhotbah 1:2?

Pengkhotbah menyatakan bahwa 'semuanya adalah kesia-siaan'—semua usaha dan pencapaian manusia pada akhirnya sia-sia dan tidak memuaskan. Kata 'kesia-siaan' di sini berarti seperti uap atau napas yang cepat berlalu, menggambarkan sifat sementara dan tidak berarti dari hal-hal duniawi.

Latar belakang

Semboyan Kitab

Pengkhotbah menyatakan bahwa segala sesuatu di dunia ini adalah kesia-siaan dan tidak berarti. Ini menjadi tema utama kitab ini, mengajak pembaca merenungkan kefanaan hidup.

Di mana

Yerusalem

Introspeksi di tengah ibukota

Kapan

~935 SM

Akhir masa kejayaan Israel

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Penumpukan kekayaan besar
Hikmat yang meragukan
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Pengkhotbah

Raja bijak yang merenungkan hidup

P

Kepada

Para pembaca

Orang-orang yang bergumul dengan makna hidup

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

הֲבֵל

hevel · kesia-siaan

Uap, nafas, atau sesuatu yang sementara dan tidak berarti.

עַל

al · atas

Preposisi yang berarti 'di atas' atau 'melebihi'.

הַכֹּל

hakol · Semuanya

Segala sesuatu, seluruhnya.

Hevel mengingatkan kita bahwa hidup di dunia ini seperti uap; nyata tetapi cepat berlalu dan tidak dapat digenggam.

Tahukah kamu

Kata 'Sia-sia' dalam Alkitab

Kata 'kesia-siaan' muncul sekitar 38 kali dalam kitab ini, menekankan betapa pentingnya tema ini.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 1:2

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 1:2

✕  Sering dikira

Menganggap 'kesia-siaan' berarti hidup itu tidak berguna.

✓  Yang sebenarnya

Ini pernyataan tentang kefanaan, bukan tanpa makna sama sekali.

✕  Sering dikira

Membaca ini sebagai pesimisme murni.

✓  Yang sebenarnya

Ini panggilan introspeksi untuk mencari makna di atas dunia.

Renungan

Renungan Singkat Pengkhotbah 1:2

Jangan terlalu mengejar hal-hal yang fana seperti kekayaan, ketenaran, atau kesenangan sesaat. Ingatlah bahwa kepuasan sejati hanya ditemukan dalam Tuhan, bukan dalam hal-hal yang cepat berlalu.

Ya Tuhan, ajar aku untuk tidak melekat pada hal-hal duniawi, tetapi mencari kepuasan dalam Engkau yang kekal. Amin.