Tembok hampir rampung, musuh marah
Nehemia 6:1
Intrik di Balik Tembok
“Ketika Sanbalat, Tobia, Gesyem, orang Arab itu, dan musuh-musuh kami yang lain mendengar bahwa aku telah membangun tembok sehingga tidak ada lagi lubang, walaupun pada waktu itu aku belum memasang papan pintu pada pintu-pintu gerbangnya,”Nehemia 6:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ketika Sanbalat dan Tobia dan Gesyem, orang Arab itu dan musuh- musuh kami yang lain mendengar, bahwa aku telah selesai membangun kembali tembok, sehingga tidak ada lagi lobang, walaupun sampai waktu itu di pintu-pintu gerbang belum kupasang pintunya,”Nehemia 6:1 · TB
Terjemahan Baru
“Sanbalat, Tobia, Gesyem dan musuh-musuh kami yang lain mendengar bahwa kami selesai memperbaiki tembok, dan bahwa semua lubangnya sudah ditutup, meskipun pada waktu itu kami belum memasang daun-daun pintu pada pintu-pintu gerbang kota.”Nehemia 6:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Sanbalat, Tobia, Gesyem orang Arab, dan musuh-musuh kami yang lain mendengar bahwa saya sudah membangun kembali benteng Yerusalem dan tidak ada lagi bagian yang runtuh. (Itu benar, tetapi waktu itu pintu-pintu gerbang belum dipasang.)”Nehemia 6:1 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Now it came to pass, when Sanballat, and Tobiah, and Geshem the Arabian, and the rest of our enemies, heard that I had builded the wall, and that there was no breach left therein; (though at that time I had not set up the doors upon the gates;)”Nehemia 6:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Nehemia 6:1?
Nehemia sudah hampir selesai membangun tembok Yerusalem, tinggal pintu gerbang yang belum dipasang. Musuh-musuhnya, seperti Sanbalat, Tobia, dan Gesyem, mendengar kabar ini dan merasa terancam. Mereka mulai merencanakan sesuatu untuk menghalangi atau mencelakakan Nehemia.
Latar belakang
Musuh tahu tembok hampir jadi
Sanbalat, Tobia, Gesyem, dan musuh lain mendengar bahwa tembok Yerusalem hampir selesai tanpa lubang, tetapi pintu gerbang belum dipasang. Mereka merasa terancam dan mulai merencanakan sesuatu.
Di mana
Yerusalem
Di dekat tembok yang sedang dibangun
Kapan
~445 SM
Pemulihan Israel
Yang berbicara
Nehemia
Pemimpin Yehuda, bekas juru minum raja Persia
Kepada
Pembaca kitab Nehemia
Umat Israel pasca-pembuangan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׁמַע
shama · mendengar
mendengar dengan perhatian, sering berarti menanggapi
פֶּרֶץ
perets · lubang
celah atau kerusakan pada tembok
דֶּלֶת
delet · papan pintu
daun pintu yang menutup gerbang
Mendengar (shama) bukan sekadar informasi, tetapi memicu respons. Celah (perets) masih ada di gerbang, menunjukkan pekerjaan belum selesai. Daun pintu (delet) melambangkan keamanan yang belum sempurna.
Tahukah kamu
Sanbalat mungkin gubernur Samaria
Nama Sanbalat berarti 'Sin (dewa bulan) memberi kehidupan' dan ia kemungkinan adalah gubernur Samaria yang berkuasa saat itu.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Nehemia 6:1
Nehemia 2:10
musuh mendengar
“Ketika Sanbalat, orang Horon, dan Tobia, pegawai Amon, mendengar bahwa ada orang yang datang untuk mensejahterakan orang Israel, mereka sangat kesal.”
Mazmur 118:23
pekerjaan Tuhan
“Ini dilakukan oleh TUHAN, suatu hal yang ajaib di mata kita.”
Yesaya 26:12
pekerjaan diselesaikan
“TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Nehemia 6:1
✕ Sering dikira
Mengira musuh hanya marah karena tembok itu indah.
✓ Yang sebenarnya
Mereka marah karena tembok itu simbol kekuatan Yehuda yang mengancam posisi mereka.
✕ Sering dikira
Mengira tembok sudah selesai seluruhnya.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini jelas menyebut pintu gerbang belum dipasang, jadi belum selesai.
Renungan
Renungan Singkat Nehemia 6:1
Ketika kita hampir mencapai tujuan, sering kali muncul gangguan atau tentangan. Ini bisa menjadi ujian ketekunan kita. Tetap fokus pada apa yang Tuhan percayakan, dan jangan biarkan kabar baik membuat kita lengah terhadap serangan musuh.
Tuhan, saat aku mendekati garis akhir, jagalah hatiku agar tetap waspada dan bersandar pada-Mu, bukan pada kekuatanku sendiri. Amin.