Nehemia Menjelaskan Penyebab Sedih
Nehemia 2:3
Doa dan Rencana Nehemia
“Aku berkata kepada raja, “Hidup Raja untuk selamanya! Bagaimana wajahku tidak muram kalau kota tempat pekuburan nenek moyangku menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbang kota itu dimakan api?””Nehemia 2:3 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Jawabku kepada raja: "Hiduplah raja untuk selamanya! Bagaimana mukaku tidak akan muram, kalau kota, tempat pekuburan nenek moyangku, telah Nehemia 2.4–8 4 menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya habis dimakan api?"”Nehemia 2:3 · TB
Terjemahan Baru
“lalu menjawab, "Hiduplah Baginda untuk selama-lamanya! Bagaimana hamba tidak sedih, kalau kota tempat kuburan nenek moyang hamba sekarang tinggal puing-puing belaka dan pintu-pintu gerbangnya telah hancur dimakan api."”Nehemia 2:3 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“tetapi saya menjawab, “Semoga Tuanku Raja hidup selamanya! Bagaimana saya tidak sedih, Tuan, bila keadaan kota Yerusalem, tanah air kami, tempat nenek moyang saya dikuburkan, sudah menjadi reruntuhan dan gerbangnya hancur terbakar.””Nehemia 2:3 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And said unto the king, Let the king live for ever: why should not my countenance be sad, when the city, the place of my fathers’ sepulchres, lieth waste, and the gates thereof are consumed with fire?”Nehemia 2:3 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Nehemia 2:3?
Nehemia menjelaskan kepada raja bahwa kesedihannya disebabkan oleh kabar tentang Yerusalem, kota tempat nenek moyangnya dimakamkan, yang hancur dan pintu gerbangnya terbakar. Ini menunjukkan bahwa Nehemia sangat peduli dengan keadaan bangsanya, meskipun ia tinggal jauh di istana Persia.
Latar belakang
Kota Nenek Moyang dalam Reruntuhan
Nehemia menjawab raja dengan hormat, menyebut raja 'hidup selama-lamanya'. Ia menjelaskan bahwa kesedihannya disebabkan karena Yerusalem, kota tempat makam leluhurnya, masih hancur dan gerbangnya terbakar. Ini adalah alasan yang masuk akal dan menyentuh hati raja.
Di mana
Susan (Susa)
Di istana raja, saat jamuan anggur
Kapan
~445 SM
Pemulangan dari Pembuangan
Yang berbicara
Nehemia
Orang Yahudi yang menjadi juru minum raja Persia, ~45 tahun
Kepada
Raja Artahsasta
Raja Persia yang berkuasa, ~40 tahun
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
עִיר
ir · kota
Kota atau tempat tinggal yang memiliki tembok dan gerbang.
קֶבֶר
qever · pekuburan
Makam atau kuburan, tempat orang mati dikuburkan.
חָרֵב
harev · reruntuhan
Hancur, menjadi kering, atau menjadi reruntuhan.
Kata 'kota' dan 'pekuburan' menunjukkan bahwa Yerusalem bukan sekadar tempat tinggal, melainkan pusat identitas dan penghormatan leluhur. Kata 'reruntuhan' menegaskan kehancuran total yang menjadi aib bagi Nehemia dan bangsanya.
Tahukah kamu
Makam Leluhur Itu Penting
Di budaya Timur Tengah kuno, makam leluhur sangat dihormati. Kehancuran kota makam leluhur dianggap sebagai aib dan kesedihan yang mendalam, bukan hanya soal bangunan fisik.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Nehemia 2:3
Nehemia 1:3
Sumber informasi yang sama
“Mereka berkata kepadaku, 'Orang-orang yang tersisa di sana, di wilayah itu, berada dalam kesukaran besar dan celaan. Tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar api.'”
Mazmur 137:5-6
Kerinduan akan Yerusalem
“Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem, biarlah tangan kananku menjadi lumpuh! Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku jika aku tidak mengingat engkau, jika aku tidak menganggap Yerusalem sebagai sukacita yang terutama!”
Yesaya 58:12
Janji pemulihan
“Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan engkau akan memperbaiki dasar yang akan bertahan turun-temurun. Engkau akan disebut 'penambal tembok' dan 'pemulih jalan yang berpenduduk'.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Nehemia 2:3
✕ Sering dikira
Nehemia hanya sedih karena masalah pribadi, bukan karena alasan spiritual.
✓ Yang sebenarnya
Kesedihan Nehemia adalah bentuk kepedulian terhadap umat Tuhan dan kota Yerusalem, yang juga merupakan identitas imannya.
✕ Sering dikira
Raja pasti marah karena Nehemia berani bicara tentang kota lain di depan raja.
✓ Yang sebenarnya
Raja justru merespons dengan baik, karena Nehemia menyampaikannya dengan penuh hormat dan raja sendiri mungkin punya kepentingan politik.
Renungan
Renungan Singkat Nehemia 2:3
Kepedulian sejati muncul dari hati yang terhubung dengan akar dan komunitas. Nehemia tidak hanya sedih, tetapi ia juga bergerak untuk melakukan sesuatu. Apakah ada hal di sekitarmu yang membuatmu sedih? Mungkin Tuhan memanggilmu untuk menjadi solusi, bukan hanya penonton.
Tuhan, berikan aku hati yang peka terhadap penderitaan orang lain, dan keberanian untuk bertindak, bukan hanya bersedih. Amin.