Kota yang Tak Berdaya

Nahum 3:13

Kehancuran Niniwe yang Pasti

Sesungguhnya, pasukan yang berada di tengah-tengahmu adalah perempuan, pintu-pintu gerbang negerimu terbuka lebar bagi musuh-musuhmu, api melalap palang-palang pintumu.

Nahum 3:13 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Nahum 3:13?

Ayat ini mengejek Niniwe bahwa pasukan mereka selemah perempuan dan gerbang kota mereka terbuka lebar bagi musuh. Api akan melalap palang pintu, menunjukkan pertahanan mereka tidak berguna. Ini adalah gambaran kehancuran total yang akan menimpa Asyur karena kesombongan dan kekejamannya.

Latar belakang

Pasukan yang Lemah

Nahum mengejek Niniwe bahwa tentaranya selemah perempuan dan gerbang kotanya terbuka lebar bagi musuh. Api akan menghanguskan palang pintu, menunjukkan keruntuhan total pertahanan kota.

Di mana

Niniwe

Di tengah kota, menjelang kehancuran

Kapan

~620 SM

Zaman para nabi

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kejatuhan Niniwe
Kebangkitan Babel
Kamu di sini
N

Yang berbicara

Nahum

nabi dari Elkos, ~620 SM

N

Kepada

Niniwe

ibu kota Asyur yang sombong

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

נָשִׁים

nashim · perempuan

wanita, gambaran kelemahan dan ketidakmampuan

פָּתַח

patach · terbuka lebar

dibuka, tidak ada perlawanan

אָכַל

akal · melalap

memakan, menghanguskan

Kehormatan Asyur yang membanggakan kekuatan militer ternyata hanya ilusi; Allah membalikkan kebanggaan menjadi kehinaan.

Tahukah kamu

Perempuan sebagai Metafora

Dalam budaya Asyur, menyebut prajurit sebagai 'perempuan' adalah ejekan terbesar, karena perang dianggap urusan laki-laki.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Nahum 3:13

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Nahum 3:13

✕  Sering dikira

Nahum sedang menghina kaum perempuan secara umum.

✓  Yang sebenarnya

Ini kiasan budaya untuk mengejek prajurit yang kehilangan keberanian, bukan merendahkan perempuan.

✕  Sering dikira

Ayat ini hanya menggambarkan kelemahan militer Niniwe.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah pernyataan penghakiman Allah: kekuatan yang dibanggakan manusia tidak ada artinya di hadapan-Nya.

Renungan

Renungan Singkat Nahum 3:13

Saat kita mengandalkan kekuatan sendiri, kita seperti benteng yang rapuh. Tuhan ingin kita mengandalkan Dia, bukan pada strategi atau sumber daya manusia. Evaluasi kembali di mana kita menaruh kepercayaan kita hari ini.

Tuhan, ajar kami untuk tidak mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi bersandar pada-Mu yang adalah benteng kami yang sejati. Amin.