Buah ara jatuh ke mulut

Nahum 3:12

Hukuman atas Niniwe yang Kejam

PerikopHukuman bagi Niniwe · Nahum 3:1-19 →
“Semua kubumu seperti pohon ara dengan buah ara pertama. Jika diayunkan, jatuhlah buahnya ke dalam mulut pemakannya.”

Nahum 3:12 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Nahum 3:12?

Ayat ini menggunakan kiasan pohon ara yang buahnya mudah jatuh saat diayunkan. Semua benteng Niniwe yang tampak kuat akan mudah jatuh saat diserang. Ini menekankan bahwa kekuatan mereka rapuh dan tidak akan tahan terhadap musuh yang diizinkan Allah.

Latar belakang

Benteng semudah buah ara

Nahum membandingkan benteng-benteng Niniwe dengan pohon ara yang buahnya langsung jatuh jika diayun. Ini menunjukkan betapa mudahnya mereka jatuh ke tangan musuh.

Di mana

Niniwe

Pemandangan benteng-benteng yang siap runtuh

Kapan

~660 SM

Kerajaan Israel dan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Serangan tentara musuh
Jatuhnya Niniwe
Kamu di sini
N

Yang berbicara

Nahum

nabi dari Elkosh, ~ abad ke-7 SM

N

Kepada

Niniwe

kota yang bentengnya rapuh

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

תְּאֵנָה

te'enah · pohon ara

pohon buah ara

נוּעַ

nua · diayunkan

menggoyang, mengguncang

נָפַל

naphal · jatuh

roboh, gugur

Kombinasi ketiganya: guncangan kecil saja cukup membuat semuanya roboh. Ini menunjukkan kerapuhan total kekuatan Niniwe.

Tahukah kamu

Buah ara pertama sangat lezat

Di Israel, buah ara awal adalah yang paling enak dan dianggap istimewa, sehingga gambarannya sangat cocok: lezat bagi penyerang.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Nahum 3:12

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Nahum 3:12

✕  Sering dikira

Mengira pohon ara melambangkan kemakmuran

✓  Yang sebenarnya

Di sini pohon ara justru melambangkan kerapuhan yang mudah dirobohkan.

✕  Sering dikira

Mengira 'jatuh ke mulut' berarti kemenangan mudah tanpa perlawanan

✓  Yang sebenarnya

Ini metafora, tetapi saat Niniwe jatuh, memang tanpa perlawanan efektif karena takut.

Renungan

Renungan Singkat Nahum 3:12

Hal-hal yang kita anggap kuat dan aman bisa runtuh seketika. Jangan menaruh kepercayaan pada hal-hal duniawi yang fana. Bangun hidupmu di atas Allah yang permanen, karena hanya Dia yang tidak pernah goyah.

Tuhan, kuatkan imanku agar aku berakar dalam-Mu, bukan pada hal-hal yang bisa hancur. Amin.