Banjir dan kekacauan

Nahum 2:8

Kejatuhan Niniwe yang Tak Terelakkan

PerikopNiniwe Akan Dihancurkan · Nahum 2:1-13 →
“Niniwe seperti telaga air, yang airnya mengalir ke luar. “Berhenti! Berhenti!” teriak orang-orang, tetapi tidak ada yang berpaling.”

Nahum 2:8 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Nahum 2:8?

Niniwe digambarkan seperti telaga yang airnya bocor, menunjukkan bahwa penduduknya melarikan diri kacau balau. Teriakan 'Berhenti!' tidak dihiraukan karena ketakutan yang luar biasa. Kota yang dahulu kuat kini menjadi tidak berdaya dan kehilangan kendali.

Latar belakang

Kota yang runtuh seperti air

Niniwe yang padat dan makmur digambarkan seperti telaga yang airnya bocor dan mengalir keluar, meninggalkan kekeringan. Teriakan 'Berhenti!' tidak dihiraukan, menunjukkan kekacauan total dan kepanikan.

Di mana

Niniwe

Pemandangan kota yang kebanjiran dan kacau

Kapan

~650 SM

Kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pengepungan Niniwe oleh Babel/Media
Kehancuran Niniwe (612 SM)
Kamu di sini
N

Yang berbicara

Nahum

nabi dari Elkosh, ~abad ke-7 SM

P

Kepada

Pembaca/umat Israel

umat yang hidup di bawah ancaman Asyur

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

מִמְכֶּלֶת

mimkhelet · telaga

kolam atau wadah air

נָסָה

nasah · mengalir ke luar

bocor atau melarikan diri

עֲמֹד

amod · berhenti

berdiri tegak atau berhenti

Banjir yang dulu melindungi Niniwe sekarang menjadi simbol kebocoran dan kehancuran. 'Berhenti' yang sia-sia menggambarkan kepanikan yang tidak terkendali.

Tahukah kamu

Banjir historis

Sejarah mencatat sungai Tigris meluap dan membantu penyerbu masuk ke Niniwe pada 612 SM, sesuai gambaran air di ayat ini.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Nahum 2:8

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Nahum 2:8

✕  Sering dikira

Mengira telaga itu adalah sistem irigasi Niniwe yang megah.

✓  Yang sebenarnya

Teks ini metafora, bukan deskripsi bangunan.

✕  Sering dikira

Mengira teriakan 'Berhenti!' datang dari penyerbu.

✓  Yang sebenarnya

Konteks menunjukkan teriakan dari dalam kota yang kacau.

Renungan

Renungan Singkat Nahum 2:8

Ketika panik, kita sering kehilangan akal sehat. Dalam menghadapi masalah, berhentilah sejenak dan serahkan kekhawatiranmu kepada Tuhan, agar tidak terbawa arus emosi yang merusak.

Ya Tuhan, dalam kekacauan hidupku, berikan aku ketenangan untuk berhenti dan berserah kepada-Mu. Amin.