Saat kaki tergelincir

Mazmur 94:18

Kasih setia Tuhan menopang kita

Jika aku berkata, “Kakiku tergelincir,” kasih setia-Mu, ya TUHAN, menopang aku.

Mazmur 94:18 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Mazmur 94:18?

Saat pemazmur merasa kakinya tergelincir, kasih setia TUHAN segera menopangnya, menunjukkan kesetiaan Allah yang cepat menolong umat-Nya.

Latar belakang

Kasih setia yang menopang

Pemazmur mengaku bahwa ketika ia merasa akan jatuh, kasih setia Tuhan (hesed) menopangnya. Ini adalah pengakuan pribadi akan penyertaan Tuhan yang aktif dan peduli.

Di mana

Yerusalem

Tempat ibadah, bernyanyi syukur

Kapan

~1000 SM

Kerajaan Daud (atau pembuangan)

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pengalaman nyaris jatuh
Pujian atas kesetiaan Tuhan
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Pemazmur

Orang yang bersyukur atas pertolongan Tuhan di masa sulit

T

Kepada

Tuhan

Allah yang penuh kasih setia

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

רַגְלִי

ragli · kakiku

kaki, langkah kehidupan

מוֹטָה

motah · tergelincir

tergelincir, goyah, hampir jatuh

סָעַד

sa'ad · menopang

menopang, menyokong, mendukung

Kaki yang 'tergelincir' menggambarkan kerapuhan manusia, tetapi 'menopang' adalah tindakan Allah yang kuat, menunjukkan kasih setia-Nya yang menopang kita tepat pada waktunya.

Tahukah kamu

Kasih setia yang setia

Kata 'kasih setia' (hesed) dalam Perjanjian Lama merujuk pada kasih perjanjian yang setia, bukan sekadar perasaan, tetapi tindakan nyata Allah.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 94:18

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Mazmur 94:18

✕  Sering dikira

Ayat ini berarti kita tidak akan pernah mengalami kegagalan.

✓  Yang sebenarnya

Kaki 'tergelincir' adalah gambaran kesulitan, tetapi Tuhan menopang, bukan menjauhkan dari masalah.

✕  Sering dikira

Kasih setia hanya untuk orang yang sempurna.

✓  Yang sebenarnya

Pemazmur adalah orang yang jujur tentang kelemahannya, menunjukkan bahwa kasih setia justru untuk orang yang rapuh.

Renungan

Renungan Singkat Mazmur 94:18

Dalam momen kegagalan atau godaan, jangan biarkan rasa bersalah menjatuhkan Anda. Sadarilah kasih setia Allah siap menopang; tangkaplah tangan-Nya yang terulur.

Tuhan, saat aku merasa jatuh, ulurkan kasih setia-Mu untuk menopangku dan mencegahku terpuruk. Amin.