Murka yang Menimpa

Mazmur 88:17

Ratapan dari Dasar Kubur

PerikopNyanyian atas Penderitaan yang Terdalam · Mazmur 88:1-18 →
“(88-18) Mereka mengelilingiku seperti air sepanjang hari; mereka bersatu mengepung aku.”

Mazmur 88:17 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Mazmur 88:17?

Penderitaan digambarkan seperti air yang mengelilingi pemazmur sepanjang hari, mengepungnya dari segala sisi. Ini adalah metafora tekanan hidup yang terasa menenggelamkan.

Latar belakang

Murka seperti air bah

Heman menggambarkan murka TUHAN menimpanya seperti air bah yang menenggelamkan. Kengerian dari Allah seolah-olah menghabisinya dari segala arah.

Di mana

Yerusalem

Kota Yerusalem · dalam doa

Kapan

~950 SM

Kerajaan Israel

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Puncak kerajaan Daud
Pembagian kerajaan
Kamu di sini
H

Yang berbicara

Heman

Pemazmur dan penyanyi, dilanda keputusasaan

T

Kepada

TUHAN (Yahweh)

Allah Israel, yang kepada-Nya Heman berseru

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

חֵמָה

chemah · Murka

panas, kemarahan yang menyala-nyala

בִּעוּת

bi'ut · kengerian

teror, ketakutan hebat

צָמַת

tsamath · menghabisi

memusnahkan, memotong, membinasakan

Murka Allah digambarkan seperti api dan air yang memusnahkan, menunjukkan betapa hebatnya penderitaan yang dirasakan Heman, seolah-olah Allah sendiri yang menjadi lawan.

Tahukah kamu

Metafora air bah

Dalam bahasa Ibrani, kata 'murka' bisa juga berarti 'panas', dan di sini digambarkan seperti air yang mengelilingi, memberi kesan murka itu menenggelamkan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 88:17

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Mazmur 88:17

✕  Sering dikira

Mengira murka Allah adalah hukuman atas dosa yang spesifik.

✓  Yang sebenarnya

Alkitab tidak menunjukkan penyebabnya; ini adalah misteri penderitaan.

✕  Sering dikira

Menganggap Allah kejam.

✓  Yang sebenarnya

Mazmur ini mengungkapkan perasaan, tetapi tidak menghakimi karakter Allah.

Renungan

Renungan Singkat Mazmur 88:17

Tekanan hidup bisa terasa seperti banjir yang mengepungmu. Cari 'pelampung' berupa komunitas iman, firman Tuhan, dan doa. Jangan berjuang sendiri; biarkan Tuhan dan orang lain membantumu berenang.

Tuhan, saat masalah seperti air menenggelamkan, tolong aku mengulurkan tangan dan menerima pertolongan-Mu. Amin.