Mengapa Wajah-Mu Tersembunyi?

Mazmur 88:15

Ratapan dari Dasar Kubur

(88-16) Aku menderita dan nyaris mati sejak masa mudaku; aku menanggung kengerian dari-Mu; aku putus asa.

Mazmur 88:15 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Mazmur 88:15?

Pemazmur menggambarkan penderitaan yang sudah dialaminya sejak muda, hampir mati, dan menanggung kengerian. Ia merasa putus asa karena beban yang tak kunjung reda.

Latar belakang

Pertanyaan Mengapa

Pemazmur bertanya dengan penuh perasaan mengapa TUHAN menolak jiwanya dan menyembunyikan wajah-Nya. Ini adalah pertanyaan yang muncul dari pengalaman keterasingan dan penderitaan yang berkepanjangan.

Di mana

Yerusalem

Dalam doa yang intens

Kapan

~1000 SM

Kerajaan bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Doa pagi
Deskripsi penderitaan
Kamu di sini
H

Yang berbicara

Heman

Pemazmur yang merasa ditolak Allah

T

Kepada

TUHAN

Allah yang dia tanyai

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

זָנַח

zanach · menolak

menolak, membuang, meninggalkan

נֶפֶשׁ

nefesh · jiwaku

jiwa, diri, nyawa

סָתַר

satar · menyembunyikan

menyembunyikan, menutupi

Kata 'menolak' dan 'menyembunyikan' menggambarkan keterpisahan radikal; pemazmur merasa Allah telah membuangnya. 'Nefesh' menunjukkan ini menyentuh inti keberadaannya.

Tahukah kamu

Wajah Allah

Dalam budaya Israel, wajah Allah yang bersinar adalah berkat (Bilangan 6:25); sebaliknya, menyembunyikan wajah berarti murka atau penolakan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 88:15

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Mazmur 88:15

✕  Sering dikira

Menganggap ini tanda iman yang lemah

✓  Yang sebenarnya

Ini justru kejujuran iman yang mempercayai Allah dengan perasaan terdalam

✕  Sering dikira

Berpikir Allah benar-benar menolak pemazmur

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah pengalaman subjektif; Allah tidak pernah berhenti mengasihi umat-Nya

Renungan

Renungan Singkat Mazmur 88:15

Terkadang penderitaan datang sejak muda dan terasa tanpa akhir. Ingatlah bahwa pemazmur juga merasa putus asa, tetapi ia tetap berbicara kepada Tuhan. Jangan menyimpan derita sendirian; berbagilah dengan Tuhan dan orang lain yang dipercaya.

Ya Tuhan, aku tahu Engkau melihat penderitaanku dari masa mudaku. Pegang tanganku dan beri aku harapan saat aku putus asa. Amin.