Doa di Tengah Penantian

Mazmur 85:5

Pulihkan Kami, Ya Allah

(85-6) Apakah Engkau akan marah kepada kami selama-lamanya? Apakah Engkau akan memperpanjang amarah-Mu dari generasi ke generasi?

Mazmur 85:5 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Mazmur 85:5?

Ayat ini adalah keluhan yang jujur: berapa lama lagi Tuhan akan murka dan memperpanjang amarah-Nya dari generasi ke generasi? Ini menunjukkan bahwa umat merasa telah lama dalam hukuman dan merindukan pengakhiran itu.

Latar belakang

Apakah Murka-Mu Kekal?

Mazmur ini dibawakan oleh umat yang kembali dari pembuangan, tetapi keadaan masih sulit. Mereka mengingat pemulihan yang telah Allah lakukan, tetapi kini mereka bertanya apakah murka-Nya akan berlanjut.

Di mana

Yerusalem

Di kawasan Bait Allah, saat ibadah

Kapan

~450 SM

Setelah masa pembuangan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kembali dari Babel
Restorasi Yerusalem
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Pemazmur (anak-anak Korah)

Para penyanyi Bait Allah, keturunan Korah, ~pasca pembuangan

A

Kepada

Allah Israel

TUHAN yang disembah di Yerusalem

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אָנַף

anaf · marah

Menjadi marah, membara, sering dipakai untuk kemarahan Allah yang 'hidungnya menyala' (kiasan).

לָנֶצַח

lanetsach · selama-lamanya

Untuk waktu yang tak terbatas, terus-menerus, tanpa akhir.

דּוֹר וָדוֹר

dor vador · generasi ke generasi

Dari angkatan ke angkatan, melintasi waktu secara berurutan.

Kata 'anaf' dan 'netsach' bersama-sama menunjukkan ketegangan: apakah kemarahan Allah itu permanen? Tetapi kata 'dor vador' memberi harapan bahwa kemarahan dapat berhenti pada satu titik, tidak selamanya.

Tahukah kamu

Pertanyaan Emosional

Pertanyaan 'Apakah Engkau akan marah selama-lamanya?' adalah salah satu ungkapan paling jujur dalam kitab Mazmur, menunjukkan bahwa umat bebas menyapa Allah dengan pertanyaan yang menyiratkan kerinduan mendalam.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 85:5

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Mazmur 85:5

✕  Sering dikira

Menganggap ini menunjukkan Allah bisa marah tanpa alasan dan tidak adil.

✓  Yang sebenarnya

Allah marah terhadap dosa, tetapi selalu ada tujuan dan kesempatan untuk pemulihan.

✕  Sering dikira

Mengira 'generasi ke generasi' berarti Allah menghukum anak cucu secara otomatis.

✓  Yang sebenarnya

Konteks di sini adalah pertanyaan retoris, bukan pernyataan doktrin. Dosa punya konsekuensi sosial, tapi Allah menawarkan pengampunan.

Renungan

Renungan Singkat Mazmur 85:5

Ketika kita merasa Tuhan seolah jauh dan masalah berlarut-larut, jangan takut mengungkapkan rasa frustrasi kita kepada Tuhan. Dia lebih suka kita jujur daripada berpura-pura baik.

Tuhan, saat kami merasa Engkau marah karena kesalahan kami, berilah kami kekuatan untuk tetap percaya bahwa kasih-Mu lebih besar dari murka-Mu. Amin.