Lalat dan Katak

Mazmur 78:45

Pelajaran dari Sejarah Israel

PerikopSejarah Kasih Karunia Allah dengan Israel · Mazmur 78:1-72 →
“Dia mengirimkan di antara mereka segerombolan lalat yang melahap mereka, dan katak-katak yang memusnahkan mereka.”

Mazmur 78:45 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Mazmur 78:45?

Mazmur 78:45 menggambarkan Tuhan mengirim lalat dan katak untuk menulahi orang Mesir. Ini menunjukkan bahwa Tuhan dapat menggunakan hal-hal kecil dan menjijikkan untuk menaklukkan kekuatan besar, membuktikan kedaulatan-Nya.

Latar belakang

Tulah Lalat dan Katak

Asaf menyebut dua tulah: lalat yang menyerang Mesir (Keluaran 8) dan katak yang keluar dari sungai, memenuhi rumah-rumah. Ini menunjukkan bahwa Allah mengendalikan seluruh ciptaan.

Di mana

Yerusalem

Bait Suci saat ibadah

Kapan

~1000 SM

Zaman Kerajaan Daud

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Keluaran dari Mesir
Pembuangan Babel
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Asaf

Pemimpin paduan suara Lewi, ~1000 SM

U

Kepada

Umat Israel

Generasi penerus yang perlu mengingat

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

עָרוֹב

arov · lalat

gerombolan serangga pengganggu

צְפַרְדֵּעִים

tsefarde'im · katak

hewan amfibi yang menjadi simbol kekacauan

שָׁחַת

shachat · menghancurkan

merusak atau memusnahkan

Lalat dan katak, makhluk kecil yang menjijikkan, dipakai Allah untuk meruntuhkan kesombongan Mesir — kekuatan besar bisa dijatuhkan lewat hal-hal kecil.

Tahukah kamu

Lalat Pengganggu

Lalat dalam bahasa Ibrani bisa berarti 'kawanan serangga' atau mungkin kumbang scarab yang dianggap suci oleh orang Mesir.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 78:45

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Mazmur 78:45

✕  Sering dikira

Allah tidak peduli hal kecil

✓  Yang sebenarnya

Tuhan memakai hal kecil untuk menunjukkan kuasa

✕  Sering dikira

Katak hanya kebetulan

✓  Yang sebenarnya

Ini respon langsung terhadap dewa kesuburan Mesir

Renungan

Renungan Singkat Mazmur 78:45

Masalah hidup bisa terasa seperti 'lalat dan katak' yang mengganggu. Namun, Tuhan dapat memakainya untuk mengubah hati kita atau menghancurkan kuasa yang menindas. Percayalah bahwa Dia berdaulat atas segala keadaan.

Tuhan, meski masalahku kecil atau besar, aku percaya Engkau sanggup mengatasinya. Amin.