Daud meratap di hadapan TUHAN
Mazmur 6:1
Doa di Tengah Penderitaan
“Kepada pemimpin pujian. Dengan kecapi menurut syeminit. Nyanyian Daud. (6-2) Ya TUHAN, jangan menghukumku dalam amarah-Mu; Jangan menghajar aku dalam murka-Mu.”Mazmur 6:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi. Menurut lagu: Yang kedelapan. Mazmur Daud. (6-2) Ya TUHAN, janganlah menghukum aku dalam murka-Mu, dan janganlah menghajar aku dalam kepanasan amarah-Mu.”Mazmur 6:1 · TB
Terjemahan Baru
“Untuk pemimpin kor. Dengan permainan kecapi. Menurut lagu yang kedelapan. Mazmur Daud. (6-2) TUHAN, janganlah menghajar aku dalam kemarahan-Mu, jangan menghukum aku dalam kegusaran-Mu.”Mazmur 6:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“O LORD, rebuke me not in thine anger, neither chasten me in thy hot displeasure.”Mazmur 6:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Mazmur 6:1?
Mazmur 6:1 adalah permohonan Daud kepada TUHAN agar tidak dihukum dalam kemarahan-Nya. Daud menyadari bahwa dirinya bersalah dan memohon belas kasihan, bukan hukuman yang keras. Ini menunjukkan hubungan pribadi dengan Allah yang dapat terbuka, jujur tentang dosa dan ketakutan.
Latar belakang
Permohonan agar tidak dihukum dalam murka
Daud sedang mengalami penderitaan yang hebat, mungkin karena penyakit atau tekanan musuh. Ia merasa bahwa penderitaan ini bisa jadi akibat murka Allah, sehingga ia memohon agar Tuhan menghajar dengan kasih, bukan dengan murka.
Di mana
Yerusalem
Di istana atau tempat ibadah, saat menderita sakit atau dikejar musuh
Kapan
~1000 SM
Kerajaan Daud
Yang berbicara
Daud
Raja Israel, pemazmur, ~30-70 tahun
Kepada
TUHAN
Allah Israel, yang mendengar doa
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אַף
af · amarah
kemarahan yang menyala-nyala, sering dikaitkan dengan hidung yang mengembuskan napas panas
חֵמָה
chemah · murka
panas, kemarahan yang membara, seperti anggur yang memanas
יָכַח
yakach · menghajar
menegur, menghukum, membuktikan salah
Daud memakai dua kata berbeda untuk murka: af (amarah) dan chemah (murka panas). Ia takut dihukum dalam kemarahan yang membara, bukan sekadar teguran. Kata yakach menunjukkan bahwa hukuman Tuhan bisa bersifat mendidik, tetapi Daud memohon agar tidak dalam murka yang menghancurkan.
Tahukah kamu
Syeminit: Alat musik atau nada?
Istilah 'syeminit' dalam superskripsi Mazmur 6 bisa berarti 'alat musik dengan delapan senar' atau 'nada oktaf kedelapan'. Ini menunjukkan bahwa Mazmur ini dinyanyikan dengan iringan musik tertentu.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 6:1
Mazmur 38:2
hampir identik
“TUHAN, janganlah menghukum aku dalam murka-Mu, dan janganlah menghajar aku dalam panas hati-Mu.”
Yesaya 12:1
murka reda
“Aku mau bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, sebab walaupun Engkau telah murka terhadapku, murka-Mu telah reda dan Engkau menghiburkan aku.”
Mazmur 103:9
murka tidak kekal
“Ia tidak akan selalu menuntut, dan tidak akan menyimpan murka untuk seterusnya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Mazmur 6:1
✕ Sering dikira
Daud berpikir bahwa semua penderitaannya adalah akibat dosanya.
✓ Yang sebenarnya
Alkitab tidak selalu mengaitkan penderitaan dengan dosa pribadi; Daud hanya memohon belas kasihan, bukan mengakui dosa spesifik.
✕ Sering dikira
Murka Allah digambarkan sebagai emosi yang tidak terkendali seperti manusia.
✓ Yang sebenarnya
Murka Allah adalah respons kudus terhadap dosa, tetapi selalu terkendali dan adil.
Renungan
Renungan Singkat Mazmur 6:1
Saat kita melakukan kesalahan, jangan menjauh dari Allah karena takut dihukum. Datanglah dengan rendah hati minta ampun. Ingat bahwa Allah itu pengampun, bukan hakim yang kejam.
Ya TUHAN, jangan hukum aku sesuai dengan amarah-Mu, tapi kasihanilah aku, karena aku lemah. Amin.