Tuhan menolak kurban hewan
Mazmur 50:13
Allah Maha Besar, Bukan Butuh Makanan
“Apakah Aku makan daging sapi jantan, atau minum darah kambing jantan?”Mazmur 50:13 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Daging lembu jantankah Aku makan, atau darah kambing jantankah Aku minum? Mazmur 50.14–21 103”Mazmur 50:13 · TB
Terjemahan Baru
“Aku tidak makan daging sapi jantan, tidak juga minum darah kambing jantan.”Mazmur 50:13 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Will I eat the flesh of bulls, or drink the blood of goats?”Mazmur 50:13 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Mazmur 50:13?
Allah tidak membutuhkan daging atau darah sebagai makanan. Ayat ini menegaskan bahwa Allah adalah roh yang tidak makan atau minum, jadi kurban hewan bukanlah kebutuhan-Nya, melainkan simbol dari hati yang bersyukur dan taat.
Latar belakang
Tuhan menegaskan kemandirian-Nya
Tuhan menyindir umat yang berpikir Dia membutuhkan kurban. Dia tidak lapar atau haus secara fisik, karena segala sesuatu adalah milik-Nya.
Di mana
Yerusalem
Di bait suci, saat ibadah
Kapan
~1000 SM
Kerajaan Israel bersatu
Yang berbicara
Allah
Pencipta langit dan bumi, Hakim yang adil
Kepada
Umat Israel
Bangsa pilihan, sering kali terjebak ritual
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אָכַל
akhal · makan
mengonsumsi makanan, menunjukkan kebutuhan fisik
שָׁתָה
shatah · minum
meneguk cairan, kebutuhan dasar manusia
דָּם
dam · darah
darah hewan kurban, simbol kehidupan
Dengan memakai kata makan dan minum, Tuhan memakai bahasa kebutuhan manusia untuk menegaskan bahwa Dia transenden dan tidak butuh apa pun dari kita.
Tahukah kamu
Tuhan tidak punya perut
Dalam budaya kuno, dewa-dewa kafir diberi makan oleh para penyembahnya, tetapi Allah Israel menyatakan diri-Nya tidak bergantung pada manusia.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 50:13
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Mazmur 50:13
✕ Sering dikira
Tuhan membenci kurban hewan secara mutlak
✓ Yang sebenarnya
Tuhan menolak kurban yang dipersembahkan tanpa hati yang benar, bukan kurban itu sendiri
✕ Sering dikira
Tuhan tidak peduli dengan ibadah kita
✓ Yang sebenarnya
Tuhan menginginkan ibadah yang lahir dari hubungan yang benar, bukan sekadar ritual
Renungan
Renungan Singkat Mazmur 50:13
Kita mungkin berpikir bahwa kita bisa menyenangkan Allah dengan ritual atau pemberian materi. Namun, Allah lebih peduli dengan sikap hati kita. Mari periksa apakah ibadah kita lahir dari kasih atau sekadar formalitas.
Tuhan, ajari aku mempersembahkan hidupku sebagai kurban yang hidup dan berkenan kepada-Mu, bukan sekadar ritual. Amin.